Cerpen

Kesaksian Rumah Kosong

RUDI bukan satu-satunya pengguna narkoba yang tertangkap polisi pada saat penggerebekan di rumah

Ponsel Rudi bergetar.Dia sengaja tidak mengaktifkan nada dering untuk menciptakan suasana senyap.Lagi pula dia tak ingin jejaknya terlihat. “Rudi, kau sudah di mana?” seseorang bersuara lantang dari ponselnya dengan nada tinggi. “Sebentar, aku sudah masuk gang.Sebentar lagi sampai,” Rudi berbicara pelan dan tenang, seraya menutupi mulutnya dengan telapak tangannya dan terus berjalan

“Kau dengan siapa?”

“Aku sendiri, tidak satu orang pun yang kulihat di sini. Kota kian sepi. Kemana semua penduduk?” tanya Rudi. Rudi tidak mengkhawatirkan keadaan kota yang sepi, tidak seperti biasanya. Ia hanya takut kalau-kalau seseorang atau sekelompok orang telah mengerjainya.

“Halo, kalian masih di rumah itu?”

Berkali-kali ia mengucapkan halo, tapi si penelpon tidak kunjung menjawab.

Rudi melihat ponselnya, panggilan masih aktif, tapi tidak bersuara sedikitpun. Rudi mulai mencurigai sesuatu terjadi. Atau dia benar-benar terjebak. Siapa yang menjebaknya? Untuk apa? Dan dia kembali berpikir kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi kapanpun

“Rudi,” ponsel itu kembali bersuara.”Ya.”

“Kau tenang dulu di situ. Bila perlu kaucari tempat bersembunyi. Kami mencurigai sesuatu.”

“Maksud kau?” Rudi kebingungan.”Kau ke sini dengan siapa?”

“Aku sendiri. Tidak satu orang pun yang mengetahui aku di sini, bahkan istriku sekalipun.”

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved