Kapal Tenggelam di Malaysia
Korban Kapal Karam Asal Aceh Dipulangkan Hari Ini
Tim Pemerintah Aceh yang ditugaskan langsung oleh Gubernur Zaini Abdullah untuk mempercepat proses identifikasi
KUALA LUMPUR - Tim Pemerintah Aceh yang ditugaskan langsung oleh Gubernur Zaini Abdullah untuk mempercepat proses identifikasi dan pemulangan jenazah korban kapal tenggelam di Sabak Bernam, Selangor mengupayakan agar pemulangan jenazah yang sudah teridentifikasi bisa dilakukan hari ini, Selasa (8/9).
“Sekarang sedang proses negosiasi dengan Garuda (untuk kargo jenazah). Kalau ok, besok (Selasa hari ini, red) ada enam jenazah yang kita pulangkan,” kata Kepala Biro Humas Setda Aceh, Ali Alfata mengutip laporan tim Pemerintah Aceh yang sejak Senin (7/9) sore sudah berada di Kuala Lumpur. Tim yang ditugaskan oleh Gubernur Zaini Abdullah tersebut masing-masing Kadis Sosial Aceh Alhudri, Kepala BPBA Said Rasul, dan seorang perwakilan dari Biro Humas Setda Aceh.
Tim Pemerintah Aceh sudah bertemu dengan Wakil Duta Besar RI di Malaysia, Hermono didampingi Koordinator Urusan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Dino Nurwahyudi.
Dari hasil pertemuan tersebut, Gubernur Aceh akan memfasilitasi dan menanggung seluruh biaya pemulangan jenazah yang berasal dari Aceh sampai ke rumah duka secepatnya setelah proses identifikasi selesai.
Data sementara, enam jenazah warga Aceh telah teridentifikasi dan akan dipulangkan hari ini, Selasa (8/9) yaitu Syakila binti Zulfikar (2 tahun) asal Lhokseumawe, Nurlaila binti Abdul Wahab asal Aceh Besar, M Rizal bin M Nur, Zuraida binti Abdurrahman warga Kampung Geulanggang Labu, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireun, Mawardi Anwar (24) Jeulanga Barat, Ulee Gle, Pidie Jaya, dan Azhar bin Yusuf (29) asal Bireuen.
Jenazah direncanakan dipulangkan dengan pesawat Garuda dari Kuala Lumpur-Jakarta-Banda Aceh, dan jika semuanya berjalan sesuai rencana diprediksi tiba di Banda Aceh pada Selasa sore hari ini.
Pihak Pemerintah Aceh telah mempersiapkan enam ambulance untuk stand by di Bandara Sultan Iskandar Muda menunggu kedatangan keenam jenazah tersebut.
Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Hermono yang diwawancarai Serambi melalui telepon di sela-sela bertemu dengan Tim Pemerintah Aceh, tadi malam mengatakan, ada dua kelompok korban dari musibah kapal tenggelam tersebut yang sedang ditangani yaitu yang meninggal dan selamat.
Menurut Hermono, hingga Senin (7/9), total keseluruhan korban meninggal mencapai 62 orang yang ditempatkan di beberapa rumah sakit yaitu 23 jenazah di Hospital Ipoh, 6 jenazah di Hospital Teluk Intan, 10 jenazah di Hospital Sabak Bernam, dan 23 jenazah di Hospital Kuala Lumpur. Sementara korban selamat belum ada perubahan yaitu masih tetap berjumlah 20 orang.
Jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi hingga saat ini sebanyak 29 jenazah, di mana 21 jenazah diidentifikasi secara langsung oleh keluarga dan 8 jenazah diidentifikasi melalui dokumen identitas yang melekat pada tubuh korban. KBRI dengan bantuan masing-masing pemda terus berusaha menelusuri keluarga korban berdasarkan identitas yang ditemukan.
Proses identifikasi jenazah terus berlangsung baik melalui identifikasi visual maupun identifikasi personal effect. Identifikasi melalui tes DNA juga telah dilakukan dengan mengambil sampel DNA keluarga oleh Tim DVI PDRM. Sementara itu Tim DVI Polri direncanakan akan segera bergabung untuk membantu mempercepat proses post mortem.
Sedangkan terhadap kelompok korban selamat, sebanyak 20 orang, menurut Hermono sedang diupayakan agar mereka tidak diproses hukum dengan pertimbangan kemanusiaan. “Kita sudah mengirim surat diplomatik kepada Kemenlu Malaysia (untuk permohonan pengampunan). Kita berharap mereka (penumpang) bisa dipulangkan tanpa proses hukum. Kalau di antara 20 yang selamat itu ada tekong atau nakhoda kapal, silakan proses karena mereka yang harus bertanggungjawab,” tandas Hermono.
KBRI Kuala Lumpur juga telah membentuk posko di empat titik untuk membantu keluarga korban dalam melakukan identifikasi jenazah, yaitu di Posko KBRI Kuala Lumpur, +60102251096 (Turja), Posko Hospital Ipoh, +60193345114 (Judha Nugraha), Posko Hospital Teluk Intan, +60142330082 (Raditya), dan Posko Hospital Sabak Bernam, +601118710469 (Febby).(nas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tim-pemerintah-aceh-yaitu-kadis-sosial-aceh_20150908_091350.jpg)