Kapal Tenggelam di Malaysia
Lima Jenazah Warga Aceh Tiba
Lima jenazah warga Aceh korban kapal tenggelam di Perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia, tiba di Bandara
BANDA ACEH - Lima jenazah warga Aceh korban kapal tenggelam di Perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (8/9) malam. Kelima jenazah itu langsung diserahkan kepada masing-masing keluarga disaksikan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM.
Amatan Serambi, pesawat Garuda Indonesia yang membawa kelima jenazah mendarat di Bandara SIM sekira pukul 20.45 WIB. Sebelumnya, kelima jenazah diberangkatkan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta dengan Garuda GA821 dan sore kemarin melanjutkan penerbangan ke Banda Aceh.
Kelima jenazah yang dipulangkan melalui Bandara SIM tadi malam adalah Nurlaila binti Abdul Wahab (41) warga Desa Dham Pulo, Ingin Jaya, Aceh Besar, Mawardi (24) warga Desa Kuta Krueng, Ulee Gle, Bandar Dua, Pidie Jaya, Azhar bin Yusof (29) warga Desa Muko, Jangka, Pidie Jaya, Shakila binti Zulfikar (2) dari Gampong Teungoh, Meurah Mulia, Aceh Utara, dan Zuraida binti Abdurrahman warga Gampong Geulanggang Labu, Peusangan Selatan, Bireun. Sementara satu jenazah lagi yang sudah teridentifikasi yakni M Rizal bin Nurdin, warga Geudong-geudong, Jeumpa, Kabupaten Bireun masih di Jakarta karena full cargo dari Jakarta-Banda Aceh.
Tadi malam, saat jenazah tiba di Bandara SIM, lima keluarga tampak hadir di bandara untuk menyambut dan membawa pulang saudara mereka. Amatan Serambi, setelah diturunkan dari pesawat, petugas langsung memasukkan lima jenazah ke dalam lima mobil ambulans. Sebelum jenazah diserahkan kepada masing-masing keluarga, Pemerintah Aceh melakukan acara belangsungkawa sekitar 20 menit yang dipimpin oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM.
Gubernur Zaini Abdullah dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan mengatakan, Pemerintah Aceh ikut belangsungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya beberapa warga Aceh dalam musibah kapal tenggelam di Malaysia beberapa waktu lalu. “Kita di sini hadir untuk memberi penghormatan dan berdoa kepada almarhum dan almarhumah, semoga kelima saudara kita ini mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah Swt,” kata Dermawan.
Dermawan mengatakan, warga Aceh harus memberi perhatian kepada keluarga yang mengalami musibah tersebut. Oleh karena itu, atas instruksi Gubernur, Pemerintah Aceh langsung membentuk tim penanggulangan warga Aceh yang selamat atau pun yang meninggal dalam musibah tersebut. “Tim ini kita bentuk untuk berkomunikasi secara intens dengan KBRI di Kuala Lumpur. Tim ini langsung dibentuk setelah kita mengetahui adanya korban yang merupakan warga Aceh,” ujar Dermawan.
Dermawan juga menyebutkan, menurut informasi yang diterima pihaknya, masih ada 33 jenazah lainnya di Malaysia yang belum teridentifikasi. Jika memang dari korban itu masih ada warga Aceh, Gubernur Aceh telah menginstruksikan tim untuk bergerak cepat guna mengurus pemulangannya. “Kita juga mengimbau jika ada keluarga yang merasa hilang kontak dengan keluarganya di Malaysia agar segera melapor ke Biro Humas Setda Aceh,” kata Dermawan. Saat penyerahan jenazah tadi malam, Dermawan juga menyerahkan santunan sebesar Rp 5 juta untuk masing-masing keluarga korban.
Sementara itu, informasi yang diterima Serambi tadi malam sekira pukul 22.45 WIB melalui Biro Humas Setda Aceh, jenazah yang sudah teridentifikasi sebagai warga Aceh sebanyak 19 jenazah. Dari 19 jenazah itu, baru enam jenazah yang teridentifikasi lengkap dengan nama dan alamat korban.
Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri bersama Kepala BPBA Said Rasul yang ditugaskan oleh Gubernur Aceh, hingga tadi malam masih di Kuala Lumpur dan bersama-sama dengan pihak KBRI membantu proses identifikasi korban termasuk mengupayakan pemulangan secepatnya jenazah yang sudah teridentifikasi. Sedangkan terhadap korban selamat, pihak KBRI sudah mengajukan permohonan pengampunan ke Pemerintah Malaysia.
Siaran pers yang diterima Serambi tadi malam dari Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur menyebutkan, hingga Selasa (8/9) pukul 19.30, sebanyak 39 jenazah telah berhasil diidentifikasi secara langsung oleh keluarga. Dari jumlah tersebut 18 jenazah telah dipulangkan ke Indonesia, dan rencananya 10 jenazah yang telah selesai pengurusan dokumennya juga akan dipulangkan pada 9 September 2015.
Keluarga korban masih terus berdatangan ke rumah sakit untuk mengidentifikasi jenazah baik melalui identifikasi visual maupun identifikasi personal effect. Tim DVI PDRM juga telah mengambil sampel DNA keluarga sebagai sarana terakhir untuk identifikasi jenazah yang tidak dapat dikenali lagi.
Operasi pencarian sepanjang hari Selasa tidak menemukan adanya korban tambahan. Operasi Tim SAR yang dijadwalkan berlangsung satu minggu akan berakhir Rabu (9/9). Sekiranya operasi pencarian tidak diperpanjang, maka total korban yang ditemukan adalah 62 korban meninggal dan 20 korban selamat.
Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno, menegaskan KBRI akan terus memfasilitasi keluarga yang akan melakukan identifikasi dengan menempatkan staf Kedutaan di setiap rumah sakit di mana jenazah korban disimpan. Dubes Herman juga menegaskan bahwa KBRI akan berupaya maksimal agar proses repratiasi jenazah dapat dilaksanakan secepat mungkin bekerjasama dengan BNP2TKI dan pemerintah daerah asal korban.(sb/nas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ujang-naspriadi-20-menangis-saat-menyambut_20150909_092457.jpg)