Rabu, 13 Mei 2026

Kapal Tenggelam di Malaysia

Lagi, Sembilan Jenazah Kapal Karam Tiba di Aceh

Pemerintah Aceh, Kamis (10/9) kemarin, kembali memulangkan sembilan jenazah korban kapal tenggelam di daerah Sabak

Tayang:
Editor: bakri

* Gubernur Minta Pengampunan untuk Korban Selamat

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh, Kamis (10/9) kemarin, kembali memulangkan sembilan jenazah korban kapal tenggelam di daerah Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, Kamis (3/9) lalu. Ke-9 jenazah warga Aceh ini dipulangkan dengan pesawat Garuda Indonesia, melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM).

Pemulangan jenazah warga Aceh ini berlangsung dalam dua gelombang, yaitu pada pukul 14.30 WIB sebanyak tujuh orang dan pukul 20.30 WIB sejumlah dua orang.

Amatan Serambi di terminal Cargo Bandara SIM, siang kemarin, tujuh peti berisi jenazah korban kapal tenggelam, dimasukkan ke dalam tujuh ambulans yang telah disiapkan. Selanjutnya ketujuh ambulans itu membawa jenazah ke lapangan parkir Cargo SIM untuk dipertemukan dengan keluarga korban.

Proses penyerahan jenazah dari Pemerintah Aceh kepada keluarga korban berlangsung emosional. Meski hanya dibenarkan melihat peti jenazah melalui pintu belakang ambulans, mereka tak kuasa membendung air mata yang memenuhi kelopak mata.

“Itu ponakan saya,” ungkap Idris seraya menunjuk ke arah peti jenazah bertuliskan nama “Husaini”. Keuchik Gampong Reungkam, Aceh Utara, M Saleh, mewakili keluarga almarhum Husaini mengatakan, dalam pembicaraan telepon beberapa hari lalu, almarhum mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Aceh setelah 6 bulan kerja di Malaysia. “Hari Rabu Tanggal 2, Husaini sempat telepon keluarga. Dia bilang memang mau pulang kampung mau ikut tes polisi,” ujar M Saleh.

Menurutnya, Husaini sejak dari dulu bercita-cita ingin jadi polisi, namun belum kesampaian. Lalu dia memutuskan berangkat ke Malaysia meskipun hanya menjadi kuli bangunan di sana.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, M Ali Fata, melalui Kabag Hubungan Media dan Informasi Saifullah A Gani kepada Serambi malam tadi mengatakan, sejauh ini Tim Pemerintah Aceh telah mengidentifikasi sebanyak 25 warga Aceh meninggal dalam musibah kapal tenggelam di Sabak Bernam, Malaysia, pekan lalu.

Namun, hingga tadi malam, baru 16 jenazah yang sudah dipulangkan. Sisanya, sebanyak delapan jenazah dijadwalkan tiba di Bandara SIM Blangbintang, Jumat (11/9) siang. Sedangkan satu jenazah yang juga sudah teridentifikasi masih dalam proses forensik. “Kami mohon keluarga korban bersabar, karena tim di sana masih terus berusaha mencari, mengidentifikasi, dan mengurus administrasi,” ujarnya.

Ia menyatakan, seluruh biaya pemulangan jenazah dari Kuala Lumpur ke kampung masing-masing, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh. “Pemerintah Aceh juga memberikan sumbangan Rp 5 juta per keluarga serta Rp 1 juta per keluarga dari BP3TKI,” kata Saifullah.

Sementara itu, siaran pers Humas Pemerintah Aceh malam tadi memberitakan, Tim Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan pihak otoritas Malaysia akan mengupayakan proses pengajuan pengampunan untuk warga Aceh yang selamat dalam musibah kapal tenggelam di Sabak Bernam.

Untuk maksud tersebut, Kamis kemarin, Tim Pemerintah Aceh yang terdiri atas Kepala Dinas Sosial, Alhudri dan Kepala Badan Penanggulan Bencana Aceh (BPBA), Said Rasul, didampingi oleh Koordinator Urusan Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Dino Nurwahyudi, berkunjung ke Kantor Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), Port Klang, Selangor. Tim disambut oleh Ketua Penguatkuasa Daerah Maritim, Laksamana Pertama (M) Mohd Aliyas Bin Hamdan dan Pegawai Penyidik Maritim Klang, Lt. (M) Hadi Bin Subadi.

Selain berdiskusi terkait proses pemberian pengampunan dari pihak Malaysia, tim ini juga meninjau situasi terakhir para korban warga Aceh yang selamat. Serta memberikan santunan berupa uang, pakaian, dan makanan kepada para korban selamat yang hingga kemarin masih berada di APMM Port Klang.

Tim Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan APMM untuk melakukan kerja sama dengan beberapa otoritas terkait di Malaysia, termasuk pihak Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), Imigrasi Malaysia, dan Bea Cukai. Ini dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik dalam menangani para korban yang selamat.

Tim berharap pihak otoritas di Malaysia dapat mempertimbangkan memberi opsi pengampunan kepada para korban warga Aceh yang selamat, sesuai dengan permohonan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah kepada pihak Kerajaan Malaysia. Gubernur berharap semua korban selamat itu dapat segera dipulangkan, setidaknya paling lambat sebelum lebaran Idul Adha 1436 Hijriah.

Berdasarkan pantauan tim pada, Kamis (10/9), sebanyak 13 warga Aceh yang yang selamat dalam musibah kapal karam, hingga kemarin masih berada di kantor APMM Port Klang.

Dari Lhokseumawe dilaporkan, satu ambulans yang membawa jenazah kapal karam, mengalami kecelakaan di Jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Panggoi, Lhokseumawe, Kamis (10/9) malam. Informasi dihimpun Serambi, insiden tersebut terjadi pukul 21.30 WIB.

Ambulans tersebut menabrak, lalu naik ke tas trotoar, menyebabkan kedua ban depannya pecah dan velg bengkok. Jenazah kemudian dipindahkan ke ambulans milik Rumah Sakit PMI Aceh Utara, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Lhok Nibong, Aceh Timur. “Ambulans yang kecelakaan harus diderek, karena kedua ban depan sudah meledak dan pelak (velg) oleng,” kata Nandar, seorang warga di lokasi.(ed/bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved