Rabu, 13 Mei 2026

Kapal Tenggelam di Malaysia

BNP3TKI Salurkan Uang Duka Kepada Keluarga Korban

Diketahui hingga saat ini, 34 korban teridentivikasi sebagai warga Aceh, dan 25 jenazah diantara sudah dipulangkan ke daerah asalnya.

Tayang:
Penulis: Asnawi Ismail | Editor: Amirullah
Malaysian Maritime Enforcement
Proses evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia 

Laporan Asnawi Ismail | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Nasional Perlindungan, Penempatan dan Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Provinsi Aceh, menyalurkan uang duka kepada 25 keluarga korban kapal karam di perairan Malaysia.

"Petugas BNP3TKI Aceh, yang ikut mendampingi pemulangan jenazah ke rumah duka, memberikan uang santunan masing-masing sebesar Rp 1 juta kepada keluarga korban kapal tenggelam," kata Mukhtar S.Sos, kepada Serambinews.com, Minggu (13/9/2015) malam.

Kepala BNP3TKI Aceh Mukhtar menyebutkan, berdasarkan laporan dari BNP2TKI Pusat, dari seratusan lebih TKI yang menjadi korban musibah karamnya kapal di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia. Diketahui hingga saat ini, 34 korban teridentivikasi sebagai warga Aceh, dan 25 jenazah diantara sudah dipulangkan ke daerah asalnya.

Sebelumnya, Kabag Hubungan Media Biro Humas Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani menyebutkan, korban warga Aceh yang dilaporkan hilang berdasarkan laporan masyarakat yang diterima oleh Posko Informasi di Media Center Biro Humas, masih terdapat tujuh korban warga Aceh yang belum teridentifikasi.

Bahkan, hingga saat ini masih terdapat sembilan jenazah yang belum teridentifikasi yang tersebar di beberapa titik, yaitu di Hospital Kuala Lumpur 4 jenazah (3 laki-laki, 1 perempuan), Hospital Raja Permaisuri Bainun/Hospital Ipoh, 4 jenazah (1 laki-laki, 3 perempuan) dan Hospital Sabak Bernam (1 laki-laki).

"Karenanya, bagi para keluarga dan ahli waris korban yang belum teridentifikasi, diimbau segera datang ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Aceh di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh guna memudahkan identifikasi,” ujar Saifullah.

Seperti diketahui, Polda Aceh membuka Posko Ante Mortem DVI sejak 5 September lalu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved