Kapal Tenggelam di Malaysia
Sudah 26 Jenazah Kapal Karam Tiba
Pemerintah Aceh bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur, tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri,
* Melalui Bandara SIM
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur, tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri, dan pihak terkait lainnya di Malaysia telah memulangkan sebanyak 26 jenazah asal Aceh korban kapal karam di Perairan Sabak Bernam, Malaysia, Kamis (3/9) dini hari. Ke-26 jenazah itu dipulangan secara bertahap dengan pesawat melalui Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar.
Kepala Biro Humas Setda Aceh, Ali Alfata melalui Kabag Hubungan Media dan Penyiaran, Saifullah Abdulgani kepada Serambi, Senin (14/9) mengatakan, saat ini masih ada sembilan jenazah di Malaysia yang sedang diidentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri bekerja sama dengan otoritas Malaysia.
“Masih besar kemungkinan adanya warga Aceh dari sembilan jenazah itu, tapi kita berharap semoga tidak ada lagi. Kalaupun teridentifikasi warga Aceh, semuanya akan kita urus dan akan kita pulangkan secepatnya,” kata Saifullah.
Ia menyebutkan, jenazah yang merupakan warga Aceh terakhir dipulangkan melalui cargo Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar pada Minggu (13/9) malam. Jenazah itu teridentifikasi atas nama Yuniardi Ali warga Desa Gunung Rotan, Aceh Selatan. “Total semua yang sudah dipulangkan 26 jenazah, semuanya langsung diserahkan kepada keluarga dan setiap keluarga korban mendapatkan Rp 5 juta sebagai santunan dari Pemerintah Aceh,” kata Saifullah.
Saifullah mengatakan, saat ini tim DVI Polda Aceh terus berkoordinasi dengan tim di Malaysia untuk mempercepat proses identifikasi jenazah. Karena itu, ia meminta siapa yang merasa ada sanak famili yang berada di Malaysia, namun tak ada kabar hingga saat ini agar segera melapor ke Biro Humas Setda Aceh.
“Jangan lupa membawa dokumen-dokumen yang ada sidik jari orang yang dicari itu. Kita sarankan, orang tua dari orang yang dicari juga harus menemui tim DVI Polda Aceh di RS Bhayangkara untuk tes DNA,” saran Saifullah.
Seperti diketahui, tim evakuasi Malaysia berhasil menemukan 84 orang korban kapal tenggelam pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perairan Sabak Bernam, Malaysia, Kamis (3/9) dini hari. Dari 84 tersebut, 64 orang meninggal dunia. Sedangkan 20 orang selamat. “Warga Aceh yang meniggal sebanyak 26 orang dan yang selamat 13 orang. Sementara jumlah keluarga yang melapor ke posko kita hingga minggu kemarin mencapai 40 keluarga,” demikian Saifullah. (sb)