Breaking News:

Krim Tabir Surya Bagi Anak, Perlukah?

sun avoidance ini adalah bayi mengenakan topi, baju lengan panjang, dan celana panjang.

Editor: Fatimah
Krim Tabir Surya Bagi Anak, Perlukah?
Google
ILUSTRASI

SERAMBINEWS.COM - Aktivitas di luar rumah memberikan banyak manfaat untuk anak, terutama yang masih berusia fase tumbuh kembang. Menurut sejumlah penelitian, anak yang banyak bermain di luar rumah, ditemukan memiliki perkembangan fisik yang baik. Selain itu, aktivitas ini pun bisa memperkenalkan sikap bertanggung jawa dan cinta kebersamaan sejak dini.

Kegiatan bermain di luar rumah menjadi “momok” tersendiri untuk sebagian orangtua Indonesia. Pasalnya, garis khatulistiwa yang melintas di negara kita ini, menjadikan Indonesia memiliki cuaca yang tropis dan kaya sinar matahari.

Sementara itu, terlalu sering terpapar sinar matahari yang mengandung ultarviolet (UV) bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Kemudian, sinar UV juga menyebabkan luka bakar, kulit menjadi gelap, dan kerusakan kulit lainnya.

Menurut Dr Syarief Hidayat, Sp.KK, Ketua Persatuan Dokter Kulit Indonesia, mengatakan bahwa krim tabir surya juga penting untuk anak, tetapi ada aturannya.

“Menurut safety trial mengenai sunscreen untuk bayi, sampai sekarang hanya ada untuk bayi usia di atas enam bulan. Jadi, untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan jangan menggunakan krim tabir surya tapi lakukanlah sun avoidance,” ujar Dr Syarief, pada pada Konferensi Pers Pertemuan Ilmiah Tahunan Perdoski ke-14 di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, yang didukung penuh oleh L’oreal Indonesia, beberapa waktu lalu.

Maksud dari sun avoidance ini adalah bayi mengenakan topi, baju lengan panjang, dan celana panjang.

Kemudian, Dr Syarief juga mengingatkan bahwa sinar matahari itu tidak selalu buruk untuk anak-anak. Sebab, sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D, sangat baik untuk pertumbuhan tulang.

“Sinar matahari tidak selalu buruk untuk pertumbuhan anak. Namun, memang ada efek kurang baiknya. Nah, inilah bagaimana kita menyeimbangkan dan meredamkan efek buruk tersebut harus dilakukan dengan tepat,” pungkasnya.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved