Puluhan Warga Geruduk Pantai Romantis

Puluhan warga, Selasa (33/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB mendatangi Pantai Romantis (Romance Bay)

Puluhan Warga Geruduk Pantai Romantis
facebook
Pantai Romantis Lhoknga 

* Minta Segera Ditutup

JANTHO - Puluhan warga, Selasa (33/9) malam sekitar pukul 23.00 WIB mendatangi Pantai Romantis (Romance Bay) usaha background foto di lokasi objek wisata Pulo Kapok, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Pemuda yang sebagian memakai pakaian putih itu meminta objek wisata bertema cinta itu segera ditutup, karena dinilai tak sesuai dengan syariat Islam.

Massa meminta agar tempat itu ditutup pada malam itu juga, bahkan mereka juga mengancam akan membakar tempat usaha itu jika tak segera ditutup. Masyarakat menyorot, selain soal tampilan usaha yang dianggap tidak sesuai syariat, usaha Pantai Romantis itu juga bermasalah dengan izin usahanya.

Kehadiran massa secara mendadak itu juga menjadi perhatian masyarakat banyak. Malam itu juga beberapa ornamen serta tirai yang ada dilokasi itu dibuka. Dalam suasana semakin panas, Kapolsek Lhoknga, AKP Zainuddin bersama beberapa anggotanya tiba di lokasi menenangkan massa.

Menurut Kapolsek Lhoknga, massa mendesak agar usaha itu tak diizinkan dibuka lagi di kawasan wisata tersebut. “Kami tak izinkan usaha Pantai Romantis itu, dari nama saja sudah jelas tak sesuai syariat Islam,” teriak seorang pemuda malam itu seperti dikutip sumber Serambi yang lainnya.

Untuk menghindari agar warga tidak anarkis, maka AKP Zainuddin berjanji akan membahas lebih lanjut permintaan warga itu dengan unsur Muspika lainnya dalam waktu dekat. Untuk itu pula, mulai malam tersebut kafe romantis ditutup sementara. “Semua kelambu warna-warni dan ornamen lainnya langsung dilepas pada siang harinya,” kata Kapolsek Lhoknga.

Sementara itu, Zuliman seorang pekerja di kafe Pantai Romantis itu mengaku sangat kecewa dengan tindakan massa yang dianggap semena-mena tersebut. Dia mengaku terkejut ketika segerembolan pemuda mengancam akan membakar fasilitas usaha yang dominan kayu itu. “Kami merasa tidak melanggar syariat, semua kegiatan diawasi. Ini cuma usaha yang menjual background untuk foto-foto saja,” ujarnya.

Sementara itu Imum Mukim Lhoknga, Zarjani kepada Serambi via telepon tadi malam mengatakan, usaha Pantai Romantis telah berjalan sekitar lima hari dan tanpa ada izin. Menurutnya, kedatangan sejumlah pemuda gampong ke lokasi itu terkoordinasi dengan baik, sehingga tak terjadi anarkis.

“Mereka tak memilik izin dari pemerintah buka usaha itu, maka harus ditutup,” tegas Zarjani seraya menyebutkan, usaha itu juga masuk dalam wilayah empat desa, yaitu Desa Weu Raya, Lamkruet, Lampaya, dan Desa Mon Ikeun.(ed)

Tags
Razia
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved