Pentas Monolog Cut Nyak Dhien di Graha Bhakti Budaya Jakarta
"Saya sangat ingin ke Aceh. Menapaktilasi Cut Nyak Dhien. Kami sedang mengatur jadwal ke Aceh,"
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Amirullah
Laporan Fikar W.Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA- Keteguhan Cut Nyak Dhien dipentaskan dalam bentuk teater monolog di Graha Bhakti Budaya (GBB), Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Rabu (30/9/2015).
Sosok Cut Nyak Dhien diperankan oleh artis Indonesia, She Ine Febrianti, yang yang sekaligus menjadi sutradara pertunjukan tersebut. Musik dimainkan Jassin Burhan.
"Ini adalah pertunjukan monolog Cut Nyak Dhien yang ke lima saya bawakan. Selalu saja ada hal-hal baru dalam tiap pertunjukan," kata Ine Febrianti kepada Serambinews.com di sela-sela latihan akhir, Selasa (29/9/2015) malam.
Pertunjukan diselenggarakan dalam rangka peringatan hari kesaktian Pancasila oleh Kwarnas Pramuka.
Sebelumnya monolog Cut Nyak Dhien di pentaskan di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia Jakarta, Magelang, Pekalongan, Semarang.
Dijadwalkan, monolog Cut Nyak Dhien juga dipentaskan di Aceh.
"Saya sangat ingin ke Aceh. Menapaktilasi Cut Nyak Dhien. Kami sedang mengatur jadwal ke Aceh," katanya.
Cut Nyak Dhien asalah sosok perempuan Aceh yang teguh dan keras melawan kolonial Belanda. Ia menikah dengan Teuku Ibrahim yang gugur di medan laga. Kemudian ia menikah lagi dengan Teuku Umar, yang juga gugur di kancah perang.
Di akhir perjuangannya, Cut Nyak lalu ditangkap dan diasingkan Belanda ke Sumedang, Jawa Barat. Cut Nyak Dhien meninggal dunia di Tanah Sunda dan jasadnya dimakamkan di Sumedang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ine-febrianti_20150913_075436.jpg)