Mualem-Sofyan Dawood Makan Malam Bersama
Lama tak terlihat bersama, Muzakir Manaf alias Mualem dan Sofyan Dawood, Kamis (1/10) malam, terlihat makan
* Ayah Merin juga Hadir
* Ajak Eks Kombatan GAM Bersatu
BANDA ACEH - Lama tak terlihat bersama, Muzakir Manaf alias Mualem dan Sofyan Dawood, Kamis (1/10) malam, terlihat makan malam semeja di Musleni Tomyam, Peuniti, Banda Aceh. Meski Mualem mengaku kalau pertemuan itu hanya sebagai ajang silaturahmi dan halal bi halal biasa, namun pertemuan keduanya sarat dengan nilai-nilai politik jelang Pilkada 2017.
Seperti diketahui, selama beberapa tahun belakangan ini garis politik keduanya berbeda. Mualem merupakan Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), sedangkan Sofyan Dawood adalah salah seorang pendiri Partai Nasional Aceh (PNA). Keduanya jelas memperjuangkan kepentingan masing-masing partai.
Tapi kemarin malam, Mualem yang mengenakan stelan koko putih menjamu Sofyan Dawood yang berstelan baju kaos warna hitam dan mengenakan topi warna biru. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ayah Merin, Tgk Jamaika, Tarmizi alias Panyang dan sejumlah tokoh lainnya, keduanya terlihat akrab sambil sesekali berbicara tertawa kecil. “Sebenarnya bukan lama tidak ketemu, tapi tidak terbuka ke publik saja,” kata Sofyan Dawood usai makan.
Menurut Sofyan, pertemuan mereka hanya membicarakan solusi atas persoalan Aceh selama ini, seperti belum sejahteranya masyarakat dan eks kombatan. Dia menginginkan agar Aceh aman dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan akibat persoalan perut. “Yang penting sekarang adalah menjaga silaturahmi dengan baik dan kita berpikir agar Aceh ke depan menjadi baik,” imbuhnya.
Dia juga mengajak seluruh eks kombatan untuk bersatu membangun Aceh tanpa adanya kekerasan dan kriminalitas. Termasuk mengajak kelompok Din Minimi. Menurutnya, sejumlah persoalan kriminalitas yang dilakukan oleh eks kombatan menjadi tanggung jawab pihaknya selaku petinggi.
“Solusi dari saya, penuhi kesejahteraan. Karena timbulnya kriminal dari adanya pengangguran,” ujar dia. Sofyan Dawood menyatakan, meskipun keduanya sempat berbeda pandangan politik pada pilkada lalu, namun bukanlah salah satu perlawanan di antara keduanya. “Tapi ini politik, kalau politik bisa saja tidak masalah. Kami sebenarnya sama walaupun beda arah (politik), tapi tujuannya untuk Aceh,” ungkap Sofyan Dawood politis.
Menerik mencermati pertemuan Sofyan Dawood dengan Mualem. Muncul pertanyaan, apakah pertemuan ini menandakan bentuk dukungan Sofyan Dawood kepada Mualem yang akan maju sebagai Gubernur Aceh?
Terhadap pertanyaan tersebut, Sofyan Dawood memberi jawaban menggantung. “Mudah-mudahan” jawab mantan juru bicara GAM ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, dukungan yang dimaksud bisa dimaknai secara politik dan bisa juga sebagai rakyat kepada pimpinan atau anak buah kepada panglima.
Sofyan Dawood sepertinya masih berat memastikan dirinya mendukung Mualem atau tidak. “Saya akan memberi komentar ke depan. Sebab (tahapan Pilkada) ini masih panjang waktunya,” ujar dia politis.
Dia mengatakan tidak mau membicarakan masalah politik terlalu dini. Tetapi dia hanya meminta masyarakat untuk melihat kondisi politik di lapangan. “Nanti kita bicarakan lagi. Saya akan melakukan satu misi yang bagus,” ungkap petinggi Partai Nasional Aceh (PNA) ini.
Saat ditanyakan kembali apakah benar dirinya mendukung Mualem? Sofyan Dawood menjawab sambil tertawa, “Sebenarnya tidak usah ditanya lagi”.
Sebelumnya Sofyan Dawood diisukan berpasangan dengan Tarmizi A Karim. Saat ditanyakan hal ini ia juga tidak menanggapi. “Saya sudah bilang ini politik. Jadi kalau malam ini saya bilang semuanya, tidak ada lagi yang aneh ke depan, sebab ke depan akan lebih seru lagi,” ujar Sofyan Dawood.(mz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muzakir-manaf-berbincang-dengan-sofyan-dawood_20151002_085844.jpg)