Breaking News:

Cabuli Bocah Kakak Beradik

Personel Polsek Lhoknga dibantu aparat opsnal Satuan Reskrim Polres Aceh Besar, meringkus kakek Sup (60) yang diduga

* Kakek Sup Ditangkap Polisi

BANDA ACEH - Personel Polsek Lhoknga dibantu aparat opsnal Satuan Reskrim Polres Aceh Besar, meringkus kakek Sup (60) yang diduga telah mencabuli bocah perempuan, Seroja (4) dan adiknya Bunga (3) warga salah satu gampong di Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (7/10). Pelaku ditangkap di rumahnya di kecamatan sama, tidak lama setelah perbuatan asusila itu dilakukan dan dilaporkan ke polis.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM mengatakan, perbuatan tak senonoh itu dilakukan kakek Sup dalam perkarangan meunasah gampong dalam Kecamatan Lhoknga, sekitar pukul 17.00 WIB saat kakak beradik itu sedang bermain-main.

“Keterangan saksi mata yang melihat Sup melakukan perbuatan cabul itu menyebutkan bahwa tersangka datang menghampiri kakak dan adik ini. Lalu, Sup langsung memeluk dan meraba-raba bagian sensitif kedua balita ini. Melihat hal tersebut, saksi mata ini langsung bergegas melaporkan kejadian itu kepada orang tua korban,” kata Machfud.

Begitu mendapat pengaduan itu tanpa menunggu waktu orang tua Bunga dan Seroja, langsung mencari anaknya itu. Namun, Sup sudah meninggalkan lokasi. Sore itu juga orang tua Bunga melaporkan kasus cabul yang menimpa anaknya itu ke Polsek Lhoknga dengan membawa serta kedua korban. Kedua bocah inipun langsung dibawa untuk divisum ke Rumah Sakit Bhayangkara, Lamteumen. Hasil visum bagian sensitif kedua bocah ini tidak apa-apa.

“Beberapa anggota langsung bergerak ke rumah tersangka dan sekitar pukul 18.20 WIB, Sup berhasil ditangkap dan kini ditahan di Mapolsek Lhoknga,” sebut Machfud, didampingi Kapolsek Lhoknga AKP Zainuddin.

Tersangka sendiri, sebut Machfud telah mengakui perbuatan dan menurutnya tindakan asusila itu baru pertama dia lakukan terhadap bocah tersebut. “Pelaku juga katanya tidak mengancam atau memberikan sesuatu kepada korban, setelah melakukan perbuatan bejad tersebut,” pungkas Machfud.

Kasat Reskrim Polres Aceh Besar menjelaskan, pelaku yang telah berusia senja ini, berstatus duda yang memiliki dua anak.

“Istrinyanya telah meninggal dalam musibah gempa dan tsunami 2004 lalu. Kami juga merasa prihatin terhadap kekerasan dan pencabulan terhadap anak. Karena itu kami imbau kepada masyarakat yang mungkin selama ini ada di antara anak-anaknya yang jadi korban, segera lapor ke polisi,” harap Machfud.

Lalu, dalam hal itu pihaknya juga meminta orang tua, keluarga, lingkungan sekolah serta para pihak ikut memberikan perhatian dan tanggung jawabnya bagi anak-anak dalam meningkatkan pengawasannya.

Pada bagian lain AKP Machfud juga menjelaskan, pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab kematian Nurul Fatimah (11) murid MIN Keunaloi, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, pada 26 September 2015 lalu, di RSUDZA Banda Aceh. Fakta yang terlihat kata Machfud, memang korban harus dirawat intensif di Puskesmas dan RSUDZA setelah dikeroyok oleh empat temannya di MIN Keuneuloi.

“Kami harus menjelaskan sesuatu itu berdasarkan bukti, apa sebenarnya penyebab kematian korban. Ya salah satunya dengan melihat hasil rekam medis dari RSU, tapi sayangnya sampai detik ini kami belum menerimanya. Bahkan surat sudah dua kali kami kirim ke RSUDZA,” sebut Machfud.

Ia menjelaskan, seyogiaynya segera dilaksanakan gelar perkara untuk mempercepat proses penyidikan untuk memberikan kepastian hukum. Seharusnya, semua pihak, termasuk rumah sakit yang memiliki kapasitas mengeluarkan rekam medis ikut terlibat dalam kasus tersebut.(mir)

Tags
perkosa
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved