Impor via Krueng Geukueh Aktif Lagi

Impor melalui Pelabuhan Internasional Samudera Pase, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara

Impor via Krueng Geukueh Aktif Lagi
Tempat penyimpanan container di depan kantor Pelindo, Pelabuhan Krueng Geukuh, Acveh Utara, Selasa (27/10). SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

LHOKSUKON - Impor melalui Pelabuhan Internasional Samudera Pase, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dalam dua pekan terakhir mulai aktif lagi. Namun, pengangkutan barangnya masih menggunakan kapal kayu. Sebelumnya, impor melalui pelabuhan tersebut sempat terhenti beberapa kali dan terakhir terjadi pada September lalu.

Menurut catatan Serambi, pada Mei 2015, impor via Krueng Geukueh terhenti karena importir terkendala izin dan proses bongkar muat. Lalu, pada Juni 2015, impor melalui pelabuhan itu juga terhenti dua pekan karena pihak Bea Cukai Lhokseumawe sedang dievaluasi oleh Kanwil Bea dan Cukai Aceh. Terakhir pada September 2015, impor kembali terhenti karena importir beralasan kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tinggi.

General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe, I wayan Wirawan, Selasa (27/10) menjelaskan, mulai pertengahan Oktober 2015 kapal kayu yang membawa berbagai jenis barang dari Port Klang, Malaysia mulai merapat lagi ke Pelabuhan Krueng Geukueh. “Sampai sekarang, sudah tiga kapal yang masuk setelah terhenti beberapa waktu lalu. Barang yang dibawa kapal itu antara lain pakaian dan alat tulis,” ujar I Wayan.

Dikatakan, impor via Krueng Geukueh aktif lagi karena harga dolar AS mulai stabil yaitu bertahan pada angka Rp 13.000-an. Sehingga importir sudah bisa bekerja kembali. “Sedangkan ekspor, sampai sekarang memang belum ada,” ulasnya.

Sekarang, tambah I Wayan, pihaknya sedang berupaya agar ada kapal peti kemas yang melakukan ekspor-impor via Pelabuhan Krueng Geukueh. Sehingga pelabuhan itu bisa berfungsi maksimal untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah.

Wakil Bupati Aceh Utara, M Jamil Mkes memberi apresiasi kepada semua pihak yang sudah mendukung sehingga impor via Pelabuhan Kreung Geukuh normal kembali. Tapi, berdasarkan pengalaman selama ini dimana impor via pelabuhan tersebut sempat terhenti beberapa kali di, M Jamil berharap semua pihak terus mengevaluasi, sehingga hal serupa tidak terulang lagi di masa mendatang dan pelabuhan itu bisa terus berkembang.

“Baru-baru ini kami ikut rapat dengan Presiden RI. Beliau sangat merespons agar pelabuhan di Aceh Utara berkembang,” ujarnya. Mengacu pada hal itu, Wabup memastika Pemerintah Pusat sangat mendukung pengembangan Pelabuhan Krueng Geukueh. “Apalagi kami selaku pimpinan di daerah sudah pasti akan terus melakukan berbagai upaya untuk kemajuan pelabuhan tersebut. Sebab, dengan makin maju Pelabuhan Krueng Geukueh akan semakin berkembang pula ekonomi masyarakat,” demikian M Jamil.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved