Empat Desa Terancam Hilang

Empat desa dalam Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara (Agara) terancam hanyut digerus Sungai Alas

* Abrasi Sungai Alas Meluas

KUTACANE - Empat desa dalam Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara (Agara) terancam hanyut digerus Sungai Alas yang terkenal ganas. Hujan yang terus turun dalam sebulan terakhir ini, telah menyebabkan arus Sungai Alas sangat deras, sekaligus mengikis area pinggir sungai yang belum dibangun bronjong penahan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agara, Ramadhan ST, kepada Serambi, Sabtu (31/10) mengakui empat desa terancam menjadi bagian Sungai Alas. “Empat desa bertetangga, mulai dari Rambung Tubung, Linge Alas, Kuta Langlang sampai Uning Sigurgur terancam hilang,” jelasnya, tanpa merincikan jumlah penduduk yang terancam kehilangan tempat tinggal.

Dia menyatakan satu rumah telah dibongkar paksa di Rambung Tubung, karena terancam terseret arus Sungai Alas. Ramadhan menyatakan untuk sementara akan dibangun tanggul darurat di tepi Sungai Alas, tetapi menunggu air surut.

Ramadhan menyatakan alat berat akan dikerahkan untuk membangun tanggul pada Senin (2/11), sehingga ke empat desa itu tidak akan menjadi bagian perluasan Sungai Alas. “Sejumlah warga Rambung Tubung sempat mendatangi Kantor BPBD untuk meminta penanganan secepatnya atas ancaman Sungai Alas terhadap desa mereka,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRK Agara, Bukhari yang dimintai tanggapannya menyesalkan lambannya penanganan dari Pemkab Agara, terutama pihak BPBD. “Saya bersama warga Rambung Tubung sudah menemui pejabat BPBD, tetapi alat berat tidak tersedia, sehingga permintaan warga tidak bisa dipenuhi,” ujarnya.

Bukhari berharap insiden beberapa tahun lalu, dimana 39 kepala keluarga (KK) harus direlokasi, karena rumah mereka hanyut diseret Sungai Alas tidak terulang lagi. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, seharusnya Pemkab Agara sudah memiliki rencana mengatasi abrasi Sungai Alas, khususnya kawasan pemukiman penduduk,” ujarnya.

“Saat ini, jalan yang menghubungkan ke empat desa itu sudah mulai diterjang banjir dan jika terus hujan, maka warga harus segera direlokasi, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa,” jelas Bukhari. “Kita khawatirkan, kalau terus hujan, maka bisa saja desa itu hanyut malam ini,” tambahnya.

Bukhari mengakui pihak BPBD sudah pernah mengusulkan pengadaan alat berat, namun tidak terealisasi, karena ditolak. “Melalui APBK-P, kami akan usulkan pembelian alat berat untuk BPBD, agar dapat dengan cepat menangani bencana banjir dan lainnya,” tandasnya.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved