Haji Uma Desak Pemkab Serius Tangani Gajah Liar

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Sudirman mendesak

Haji Uma Desak Pemkab Serius Tangani Gajah Liar
Anggota DPD-RI, Haji Sudirman melihat seorang anak pengungsi gangguan gajah yang sedang sakit di aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (1/11). Gangguan gajah di daerah itu, menyebabkan ratusan jiwa dari puluhan KK mengungsi. SERAMBI/MAHYADI 

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Sudirman mendesak pihak terkait dalam hal ini pemerintah kabupaten Bener Meriah dan Pemerintah Aceh agar lebih serius menangani gangguan gajah liar. Karena telah mengganggu warga di sejumlah dusun di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Pemeran Haji Uma dalam serial komedi Aceh, Empang Breuh ini, Minggu (1/11), melihat langsung kondisi para pengungsi akibat gangguan gajah.

Entah terbiasa berperan sebagai sosok Haji Uma yang memiliki karakter temperamen di serial komedi Aceh Empang Breuh, atau memang prihatin terhadap para pengungsi gangguan gajah liar. Haji Uma sempat meluapkan kekeselasannya setelah mendengar pengaduan para pengungsi yang ditampung di Kantor Camat Pintu Rime Gayo, di kawasan Blang Rakal. Ketika melihat langsung kondisi para pengungsi yang telah hampir sepekan meninggalkan rumah mereka lantaran adanya gangguan gajah liar. Emosi Haji Umar, semakin memuncak pada saat mengetahui belum adanya penanganan serius dari pemerintah setempat, maupun Pemerintah Provinsi Aceh.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Mana dinas kehutanan maupun pihak terkait. Harusnya mereka segera turun tangan. Jangan hanya berdiam diri, sementara masyarakat sudah sangat menderita. Jangan mereka (dinas terkait) hanya bisa duduk duduk saja dikantor,” tegas Haji Uma dihadapan para pengungsi.

Menurut Haji Uma, dengan tersebarnya kabar tentang gangguan gajah di sejumlah daerah di Kabupaten Bener Meriah, hingga menyebabkan puluhan Kelapa Keluarga (KK) dan ratusan jiwa mengungsi. Semestinya segera direspon dengan cepat oleh pihak terkait. “Terkait dengan tidak adanya anggaran, itu persoalan lain, tetapi bagaimana caranya masyarakat cepat dibantu,” katanya.

Melihat kondisi lambatnya penanganan gangguan gajah liar, Haji Uma, berjanji akan mengadvokasi masalah gangguan gajah. Termasuk akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh, untuk menanyakan lambatnya penanganan gangguan gajah liar tersebut. “Kita jangan berpangku tangan saja. Nanti kita akan panggil semua, termasuk pemerintah kabupaten, untuk menanyakan kondisi ini,” ketusnya.

Setelah bertemu dengan para pengungsi, Haji Uma, juga memberikan bantuan bahan pokok kepada para pengungsi. Bantuan yang diberikan, berupa beras, telur, serta mi instan. Bahan pokok tersebut, diberikan secara simbolis kepada Sekretaris Camat (Sekcam) Pintu Rime Gayo dan disaksikan para pengungsi.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambi, dampak dari gangguan gajah tersebut, dirasakan masyarakat di sejumlah dusun dari enam kampung yang ada di Kecamatan Pintu Rime Gayo, diantaranya Kampung Singah Mulo, Kampung Rime Raya, Pantan Lah, Blang Rakal, Seni Antara dan Kampung Arul Gading.

Namun, untuk masyarakat yang mengungsi, berasal dari Dusun Sejahtera, Kampung Rime Raya, dengan total sebanyak 59 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 185 jiwa. Para pengungsi ini, ditempatkan di dua lokasi di aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo dan di Kilometer 60.

Anggota DPD RI, Sudirman, selain mengunjungi para pengungsi gangguan gajah liar di Kantor Camat Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, juga melihat langsung lokasi gajah yang liar berkeliaran di sejumlah dusun di daerah itu. Meski masih mengenakan setelan safari, namun ia tak risih untuk melihat langsung kawasan yang sedang diamuk gajah.

Bahkan, rombongan anggota DPD RI ini, sempat menyaksikan langsung beberapa ekor kawanan gajah berada di semak belukar dekat dengan kebun warga di Dusun Sejahtera, Kampung Rime Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Haji Uma yang didampingi sejumlah warga setempat, serta beberapa wartawan dari berbagai media cetak, televisi dan online, sempat menelusuri lokasi lokasi yang sempat diamuk gajah.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved