SD Yakin Diliburkan

Sekolah Dasar (SD) Yakin di Kampung Rime Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah

* Gajah Berkeliaran di Halaman Sekolah

REDELONG - Sekolah Dasar (SD) Yakin di Kampung Rime Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah terpaksa diliburkan sejak sepekan lalu. Kawanan gajah yang berjumlah sekitar 40 ekor yang awalnya merupakan area perkebunan warga dan memasuki pemukiman penduduk, saat ini berkeliaran di halaman sekolah.

“Daripada timbul hal-hal yang tidak kita inginkan atas munculnya gajah, maka kami telah meliburkan sekolah sejak pekan lalu,” ujar Suhada, Kepala SD Yakin kepada Serambi, Selasa (3/11). Dia menjelaskan seluruh murid dilarang datang ke sekolah, lantaran kawanan gajah telah berada di sekitar sekolah dan juga bermain-main di halaman sekolah.

Suhada menyatakan seharusnya proses belajar mengajar sudah dimulai pada Senin (2/11), tetapi karena belum memungkinkan, maka libur sekolah diperpanjang. “Jika besok (hari ini-red), kawanan gajah tidak ada lagi, maka sekolah kita mulai lagi, tetapi tetap melihat situasi juga,” jelasnya.

Disebutkan, lamanya liburan sekolah belum dapat dipastikan, karena harus tetap melihat kondisi di lapangan. Berdasarkan amatan Serambi pada Minggu (1/11), jejak kawanan gajah bisa terlihat di halaman SD Yakin, bahkan, beberapa batang pisang di seputaran sekolah telah tumbang dimangsa hewan bertubuh besar ini.

Bahkan, tak jauh dari komplek sekolah tersebut terdengar suara seperti terompet yang berasal dari gajah liar yang bersembunyi di balik semak-semak belakang sekolah. Kawanan gajah ini yang telah menyebabkan warga mengungsi belum juga berhasil diusir ke habitatnya, walau tim pemantau dari BKSDA Aceh telah diturunkan bulan lalu.

Sehingga, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, hanya mengandalkan mercon untuk menggiring kawanan gajah keluar dari pemukiman di sejumlah dusun di Kampung Rime Raya. Penggiringan gajah liar yang diperkirakan mencapai 40 ekor lebih itu, terpaksa dilakukan. karena aktivitas masyarakat telah terganggu.

Bukan hanya itu, seluruh penghuni Dusun Sejahtera, Kampung Rime Raya, telah lebih sepekan mengungsi. Penggiringan kawanan gajah yang dilakukan secara menual oleh warga telah berlangsung dalam dua hari terakhir ini. “Selama dua hari, kami melakukan penggiringan kawanan gajah agar menjauh dari pemukiman dengan mercon saja,” kata M Yusuf, salah seorang anggota tim pengusiran gajah kepada Serambi, Selasa (3/11).

Menurut M Yusuf, untuk menggiring kawanan gajah keluar dari pemukiman dibutuhkan sekitar 200 mercon per hari. “Memang masyarakat ada membentuk tim penggiringan gajah, tapi dilakukan secara manual, hanya mengandalkan mercon, karena tidak ada turun tim dari BKSDA,” jelas M Yusuf.

Seperti dilansir sebelumnya, berdasarkan data yang diperoleh Serambi, dampak gangguan gajah dirasakan masyarakat di sejumlah dusun dari enam kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo yakni Singah Mulo, Rime Raya, Pantan Lah, Blang Rakal, Seni Antara dan Arul Gading.

Sedangkan masyarakat yang mengungsi, berasal dari Dusun Sejahtera, Kampung Rime Raya, dengan total 59 KK atau sebanyak 185 jiwa. Para pengungsi ini, ditempatkan di dua lokasi di aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo dan Kilometer 60.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved