Gas Gratis TPA Disuplai Desember

Pemko Banda Aceh melalui Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Aceh terus bekerja

Gas Gratis TPA Disuplai Desember
Petugas memperlihatkan api yang berasal dari gas metana hasil pengolahan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Rabu (4/11). SERAMBI/ SUBUR DANI 

BANDA ACEH - Pemko Banda Aceh melalui Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Aceh terus bekerja merampungkan pipa instalasi ke rumah warga untuk pendistribusian gas metana bagi masyarakat di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja. Gas yang akan disuplai itu bersumber dari pengolahan sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di gampong tersebut.

Teknisi Bio Gas TPA, T Darma Setiawan kepada wartawan, Rabu (4/11) mengatakan, diprediksikan gas metana itu baru bisa disuplai pada Desember mendatang, setelah semua pipa instalasi ke rumah warga dirampungkan. “Selain merampungkan pipa di TPA, pipa instalasi ke rumah juga sedang dipasang. Sudah 40 persen pengerjaannya. Kita targetkan Desember nanti sudah rampung dan gas ini sudah disuplai ke warga,” kata Darma.

Dijelaskan, gas metana itu dihasilkan dari proses endapan sampah di TPA yang bercampur dengan air lindi sehingga tejadi pembusukan lalu menimbulkan penguapan yang menghasilkan gas metana. Produksi gas metana itu disebut waste to energy atau pemanfaatan sampah menjadi energi. “Air lindi itu merupakan air limbah dari sampah organik. Jadi, pembentukan gas di TPA ini terjadi secara alami, tidak ada campuran dengan zat-zat lain,” kata Darma didampingi Kepala Intermediate Treatment Facility (ITF), Yusnan.

Saat ini, sekitar 18 pipa vertical dan 150 pipa horizontal sudah terpasang di area TPA. Sementara gas yang dihasilkan sebesar 4.000 kubik per hari. Penyaluran untuk warga akan disuplai melalui pipa induk ke tempat penampungan yang disebut tandon. “Dari tandon itu nanti akan langsung disuplai ke rumah-rumah warga melalui pipa dan langsung ke kompor,” kata Darma.

Menurutnya, gas gratis itu disuplai kepada warga sebagai kompensasi akibat bau dari TPA yang dirasakan selama ini. Menurutnya, gas itu sangat aman digunakan masyarakat dan takkan habis. “Tumpukan sampah ini akan terus menghasilkan gas hingga beberapa tahun ke depan. Jadi, warga di sini tak perlu lagi beli gas elpiji,” pungkas Darma.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved