Kamis, 9 April 2026

Ini Perempuan Muslim Pertama yang Menjadi Kapten Kapal Perang AL Australia

"Saya ingin agar orang-orang bisa yakin pada kemampuan diri mereka sendiri tanpa adanya rasa takut ataupun diskriminasi

Editor: Faisal Zamzami
Toby Zerna
Kapten Mona Shindy di Pangkalan AL Australia di Sydney 

SERAMBINEWS.COM - Bagi sebagian perempuan, bekerja di lingkungan yang didominasi oleh kaum adam, tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika pekerjaan itu juga terkait dengan pekerjaan berat yang membutuhkan banyak tenaga bahkan bisa mengancam nyawa.

Tapi tidak demikian halnya dengan yang dirasakan Kapten Mona Shindy. Perempuan muslim yang menjadi kapten kapal perang AL Australia, HMS Canberra ini sudah membuktikannya. Bahkan, ia mampu mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Telstra NSW Bussiness of the Year 2015.

Penghargaan ini dianugerahkan atas prestasi dirinya dalam memelihara nilai keberagaman di lingkungan Royal Australian Navy atau AL Australia.

Sebagaimana dilansir Daily Telegraph, Kapten Mona Shindy tercatat sudah bergabung dengan AL Australia sejak 26 tahun lalu setelah menyelesaikan pendidikan di bidang insinyur rekayasa persenjataan. Di sini, ia bertugas untuk melakukan pengujian terhadap peluru kendali.

Dalam perjalanannya ternyata tidak mudah. Ia harus bekerja lebih keras untuk membuktikan bahwa perempuan pun bisa berprestasi dan memberikan kontribusi terhadap tim. Tak hanya itu, ia juga kerap kali harus menjalani ibadah puasa sambil bertugas di tengah samudera.

Namun prestasi yang paling dibanggakannya yakni ketika ia berhasil menjembatani kesenjangan antara komunitas muslim dan non muslim di lingkungan militer. Ini juga akibat dari kampanye negatif terkait image muslim di dunia barat. Pun demikian halnya dengan yang terjadi di Australia, dimana muslim terkadang disudutkan akibat kampanye negatif seputar terorisme.

Atas prestasinya itu, Mona Shindy kemudian didaulat menempati posisi sebagai Kepala Penasehat Strategis Urusan Kebudayaan Islam di lingkungan Angkatan Laut Australia. Serta mendapat penghargaan Service Cross dalam perayaan Australia Day.

"Saya ingin agar orang-orang bisa yakin pada kemampuan diri mereka sendiri tanpa adanya rasa takut ataupun diskriminasi dan menghormati pandangan serta kontribusi mereka," kata Mona Shindy.

Untuk itu, ia pun terus mendorong bagi umat muslim lainnya untuk bergabung di dunia militer yang hingga saat ini perbandingannya sangatlah kecil.

Di Angkatan Laut Australia sendiri, saat ini tercatat sekitar 27 orang dengan latar belakang muslim. Sementara totalnya, ada sekitar 100 orang dari jumlah keseluruhan sebanyak 45 ribu tentara.

"Banyak warga Australia muslim yang merasa sakit hati akibat dari kampanye negatif militer sebelumnya," ujar perempuan keturunan mesir ini. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved