Gajah Antar Linto Baro

Pesta pernikahan sepasang muda-mudi di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara

Gajah Antar Linto Baro
FAISAL pengantin pria asal Desa Baroh Kuta Batee Kecamatan Meurah Mulia Aceh Utara diantar ke rumah mempelai wanita dengan menggunangi gajah karena nazar dari pihak mempelai wanita, Senin (9/11) 

* Prosesi Pernikahan Unik di Meurah Mulia

LHOKSUKON - Pesta pernikahan sepasang muda-mudi di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Senin (9/11), berlangsung meriah dan unik. Jika biasanya linto baro (pengantin pria) diantar ke rumah pengantin wanita (dara baro) dengan mobil yang dihiasi pita dan bunga, tapi yang ini menunggangi gajah hingga ke pintu pagar rumah dara baro.

Adalah Faisal (30), pemuda Desa Baroh Kuta Batee. Kemarin, ia diantar ke rumah dara baro yang bernama Rahmawati (25), gadis Desa Nibong yang berprofesi sebagai Bidan PTT di Puskesmas Meurah Mulia. Faisal menunggangi seekor gajah jinak bertubuh cukup besar. Gajah itu juga dihiasi dengan kain dan penutup kepalanya.

Gajah jinak yang ditunggangi Faisal itu adalah milik Tim Conservasi Respon Unit (CRU) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Utara, yang selama ini ditempatkan di kawasan Kecamatan Cot Girek. Gajah itu selama ini digunakan untuk mengusir kawanan gajah lain bila merusak tanaman warga di Cot Girek, Langkahan dan Paya Bakong.

Sekitar pukul 11.00 WIB setelah mengenakan pakai adat Aceh lalu dibantu pawang, setelah gajah duduk di jalan, lalu Faisal naik ke atasnya dan diantar ke rumah mempelai wanita yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Sedangkan barang untuk mempelai wanita diantar dengan menggunakan mobil, yang berjalan beriringan di belakang Po Meurah.

Prosesi itu juga menjadi pemandangan langka ini menjadi perhatian warga yang melintasi kawasan itu. Rombongan berjalan di belakang gajah yang dikawal oleh empat pawang. Hal ini dilakukan Faisal atas permintaan keluarga dara baro, karena orang tua dara baru pernah bernazar untuk hal itu sekitar empat tahun lalu.

Sesampai di depan lorong menuju rumah dara baro, Faisal turun karena mengira bisa berjalan kaki menuju ke rumah dara baro. Namun, sesampai di depan pintu rumah, pihak keluarga dara baro tak bisa menerimanya. “Gajahnya harus sampai ke depan pintu pagar rumah, seperti itu nazarnya,” ujar seorang anggota keluarga dara baro. Faisal harus kembali ke depan lorong, lalu kembali naik gajah hingga pintu pagar rumah dara baro.

Sementara itu, Muhammad Nasir (38), warga Desa Keude Jeungka Gajah, Meurah Mulia, kepada Serambi mengatakan, gajah itu didatangkan dari Cot Girek menggunakan mobil sehingga prosesi pernikahan itu berjalan dengan baik. “Alhamdulillah tak ada kendala. Untuk gajah itu kita juga memberikan biaya operasional,” ujar Nasir, anggota keluarga dara baro

Ini (menunggangi gajah) adalah nazar saya dulu setelah dia (Faisal) melamar anak saya (Rahmawati). Saat itu, Faisal melamar kerja ke sejumlah perusahaan di luar Aceh (Batam). Namun, saat itu banyak yang ditolak. Sehingga saya bernazar agar Faisal cepat diterima kerja, dan kalau jodoh mereka berdua (Faisal dan Rahmawati), diantar oleh gajah..(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved