Kawanan Gajah Harus Segera Digiring

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Aceh, Dedi, kepada Serambi menyebutkan, solusi terkaib saat

* Solusi Atasi Serangan Gajah di Seumanah Jaya

IDI - Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Aceh, Dedi, kepada Serambi menyebutkan, solusi terkaib saat ini untuk menanggulangi gangguan gajah di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, yaitu secepatnya menggiring kawanan gajah itu ke lokasi penangkaran yang telah disiapkan di Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi.

Solusi ini disampaikannya terkait tingginya intensitas gangguan gajah di Gampong Seumanah Jaya dalam sebulan terakhir ini. Dedi juga menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishutbun Aceh Timur, terkait rencana penggiringan satwa tersebut dalam waktu dekat.

“Saat ini kami masih menunggu adanya kesepakatan bersama, karena solusi penggiringan gajah ini akan dikoordinasikan dengan semua stakeholder. Jika sudah ada kesepakatan, kami akan menurunkan gajah jinak dari PLG Saree, untuk menggiring kawanan gajah liar dari Gampong Seumanah Jaya ke Gampong Bunin,” ungkap Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan gajah liar sebanyak 50 ekor yang memasuki perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, sejak Jumat (6/11) hingga Senin (9/11), masih berkeliaran di kawasan perkebunan warga di gampong tersebut.

Kawanan gajah liar tersebut datang dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan sawit milik swasta, yang bersebelahan dengan perkebunan warga. “Lahan kebun sawit milik swasta itu dibiarkan ditumbuhi semak-belukar, sehingga kemudian menjadi sarang gajah,” ungkap Junaidi warga gampong setempat.

Pekebun di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, meminta pemerintah membangun menara pemantau gajah di sekitar Gampong Seumanah Jaya, karena tingginya serangan gajah di kawasan ini. “Menara pemantau gajah ini perlu dibangun di kawasan yang dijadikan jalur lintasan gajah di Gampong Seumanah Jaya,” sarannya.

Jika sudah ada menara/pos pemantauan, pemerintah bisa menempatkan petugas dari BKSDA beserta gajah jinak di lokasi itu, sebagai langkah antisipasi serangan gajah. “Jika diketahui ada gajah yang akan memasuki perkebunan, petugas bisa langsung menggiring gajah liar tersebut ke lokasi penangkarannya di Gampong Bunin,” saran Zakaria, warga setempat yang kebunnya juga diserang kawanan gajah beberapa hari lalu.

Terkait pembangunan pos pemantauan gajah di Gampong Seumanah Jaya, pemerintah malah berencana membangun pos di Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi. Padahal, kebutuhan pembangunan pos tersebut di Gampong Seumanah Jaya, bukan di Gampong Bunin yang berjarak sekitar 40 Km dari Seumanah Jaya yang saat ini paling sering diserang kawanan gajah.

“Kemampuan anggaran Pemkab Aceh Timur hanya untuk satu unit menara pemantau gajah, di lokasi CRU di Gampong Bunin. Kalau ada tambahan anggaran, munkin kami akan mengakomodir permintaan pembangunan menara pemantau di Seumanah Jaya,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Aceh Timur, Iskandar SH.

Ia menambahkan, terkait pembangunan Conservation Respon Unit (CRU), saat ini sedang dalam tahap pembangunan sarana fisik, di Dusun Jamur Batang, Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi.

“Saat ini basecamp CRU dan menara pemantau gajah sedang dibangun. Rencananya, akhir tahun 2015 selesai dan akan difungsikan awal tahun 2016, dengan menempatkan empat gajah jinak beserta pawangnya, dari PLG Saree,” ungkap Iskandar.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved