Proyek GOR Sigli Baru Dikerjakan
Pengerjaan rehabilitasi dan bangun baru beberapa fasilitas di Gedung Olah Raga (GOR) Alun-alun Kota
* Waktu Pengerjaan Sangat Singkat
SIGLI - Pengerjaan rehabilitasi dan bangun baru beberapa fasilitas di Gedung Olah Raga (GOR) Alun-alun Kota Sigli, Pidie, yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 sebesar Rp 4,7 miliar, baru mulai dikerjakan. Padahal saat ini sudah menjelang akhir tahun. Pelaksanaan proyek tersebut dalam tahun ini dinilai terlalu dipaksakan, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada rendahnya mutu bangunan yang dikerjakan ini.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pidie Transparansi Anggaran (PiTA), meragukan proyek GOR ini bisa selesai tepat waktu dengan kualitas bangunan sesuai spesifikasi. “Sebab saat ini sudah memasuki akhir tahun. Karena itu kami mendesak Pemkab Pidie mengawal pelaksanaan proyek tersebut, agar pengerjaannya tidak asal-asalan,” ujar Koordinator PiTA Pidie, Ismail Von Saby, Selasa (10/11).
Saat ini, rekanan baru mulai menyiapkan lahan pembangunan, sementara tiang pondasi bangunan belum dipancang. “Proyek ini terkesan dipaksakan untuk dikerjakan tahun ini, padahal waktu tersisa tak sampai dua bulan lagi,” ujarnya.
Pantauan Serambi, Selasa (10/11), di halaman GOR Alun-alun yang sedang disiapkan untuk pelaksanaan proyek rehab GOR tersebut, terlihat puluhan warga mencongkel paving block di lokasi itu untuk dijual.
“Ini rezeki dadakan untuk kami, sebelum lahan ini dibersihkan untuk proyek pembangunan GOR,” ujar seorang warga setempat. Paving block yang sudah tertutup rumput itu dicongkel oleh puluhan warga untuk dijual ke penampung seharga Rp 500/buah.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan (Disporabud) Pidie, Bustamam, yang ditanyai Serambi, Selasa (10/11), mengakui proyek ini baru mulai pengerjaannya oleh rekanan pemenang tender.
Ia menjelaskan, di lokasi ini akan dibangun lapangan/lintasan atletik (lari), lapangan tenis, dan lapangan futsal. Sementara pengerjaan rehab dilakukan pada atap karena sudah banyak yang bocor.
“Agar kualitas pengerjaan bisa selesai tepat waktu dan tidak bermasalah, kami akan awasi secara ketat pelaksanaan proyek ini oleh rekanan,” kata Bustamam.(aya)