Aparat Gerebek Penimbun Elpiji

Polres Aceh Barat bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan

Aparat Gerebek Penimbun Elpiji
Kabid UKM Diskopukmperindag Aceh Barat, Idrus (dua kanan) bersama Kanit Ekses Satreskrim Polres Aceh Barat, Bripka Firdaus (dua kiri) melihat elpiji 3 kg yang ditemukan di rumah seorang pengecer di Ujong Baroh, Meulaboh, Kamis (12/11). SERAMBI/RIZWAN 

* Harga Jual di Atas HET

MEULABOH - Polres Aceh Barat bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian Perdagangan (Diskopukmperindag) Aceh Barat menggerebek sebuah tempat yang disinyalir dijadikan lokasi penimbunan gas elpiji 3 kilogram, Kamis (12/11).

“Ada satu tempat ditemukan sekitar 32 tabung. Elpiji itu dibeli oleh pengecer di pangkalan berkisar Rp 18.000 per tabung dan dijual kembali dengan harga Rp 22.000 sampai Rp 25.000 per tabung,” kata Idrus kepada wartawan kemarin. Lokasi pengecer gas elpiji yang ditemukan tersebut berada di Desa Ujong Baroh, Meulaboh.

Selain menggerebek tempat tersebut, tim yang dipimpin Kabid UKM Idrus SE bersama Kanit Eksus Satreskrim Polres Aceh Barat Bripka Firdaus SH juga memeriksa sejumlah tempat pengecer gas elpiji lainnya di Aceh Barat. Menurut Idrus temuan ini menjadi salah satu indikasi adanya spekulan bermain sehingga menyebab gas elpiji melon langka di masyarakat. Selain itu, katanya, dalam aturan hanya pangkalan berizin yang dibenarkan menjual gas elpiji. Sedangkan pengecer dengan tujuan meraup keuntungan lebih besar tidak dibenarkan.

Tim juga menemukan kejanggalan. Pelaku sengaja membuka penutup tabung dengan dalih seolah-olah tak ada isi. Padahal tabung masih berisi gas sehingga dapat menyebabkan ledakan. “Dalih pengecer itu karena banyak yang minta. Namun kami khawatir orang yang tidak tahu bisa meledak karena tidak ada penutup lagi. Aturan tidak dibenarkan penutup itu dibuka kalau masih ada isi,” ujar Idrus.

Menyusul temuan itu, Diskopukmperindag bersama aparat akan memperketat pengawasan agar elpiji 3 kg yang merupakan jatah masyarakat miskin tidak jatuh ke tangan yang tidak berhak. “Seperti restoran dan warung kopi jangan menggunakan elpiji tersebut, tetapi gunakan elpiji 12 kg,” ujar Idrus. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved