Lagi, Gajah Mati di Seumanah Jaya

Seekor gajah betina ditemukan mati pada Rabu (11/11), di areal afdeling V perusahaan perkebunan sawit

Lagi, Gajah Mati di Seumanah Jaya
Seekor gajah betina ditemukan mati di areal afdeling V perusahaan perkebunan sawit swasta milik PT Atakana Company, tepatnya di Dusun Alue Canang, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (11/11). SERAMBI 

* Diduga Tersetrum Listrik

IDI - Seekor gajah betina ditemukan mati pada Rabu (11/11), di areal afdeling V perusahaan perkebunan sawit swasta milik PT Atakana Company, tepatnya di Dusun Alue Canang, Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Hendri Budiman MH, melalui Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Zulfikar, Kamis (12/11) menyebutkan, gajah betina diperkirakan telah mati sejak tiga hari lalu, karena saat ditemukan tubuhnya telah membusuk. “Diduga, kematian gajah ini karena tersengat listrik. Bangkainya ditemukan di areal afdeling V milik PT Atakana Company,” ujarnya.

Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan yang dimintai tanggapannya terkait penemuan bangkai gajah di Gampong Seumanah Jaya ini, mengatakan telah menurunkan tim otopsi untuk memastikan penyebabnya.

“Saat ini, BKSDA Aceh bersama polisi dan Dishut Aceh Timur, sudah turun ke tempat kejadian perkara (TKP), untuk melakukan otopsi dan identifikasi, serta mencari alat bukti yang ada di TKP untuk memastikan penyebabnya,” ujar Genman.

Dalam catatan Serambi, kematian gajah sebagai hewan dilindungi, terus terjadi di Kabupaten Aceh Timur, akibat konflik satwa dan manusia yang dipicu oleh pembukaan lahan secara massif untuk perkebunan sawit, serta illegal logging di kawasan hutan kabupaten ini.

Sebelumnya, bangkai seekor gajah juga ditemukan di areal perkebunan sawit milik PT Bumi Flora, Desa Jambo Reuhat, Aceh Timur, pada Jum’at (4/9/2015).

Pada 7 Oktober 2014, warga juga menemukan bangkai dua ekor gajah di areal PT Dewi Kencana di Desa Jambo Reuhat. Saat itu, polisi memastikan bahwa hewan-hewan dilindungi itu sengaja diracun oleh karyawan perusahaan tersebut, untuk diambil gadingnya.

27 Juli 2013, seekor gajah Sumatera (Elephas maxiumus sumatranus) juga ditemukan membusuk, di blok kebun sawit milik PTPN I di Desa Blang Tualang, Kecamatan Bireuen Bayeun, dan seekor lagi bangkainya ditemukan mengambang di Sungai Desa Alu Tuwi, Kecamatan Rantau Selamat. Jarak antara kedua lokasi ini hanya sekitar 10 Km.

Umumnya, kematian gajah ini akibat diracun atau tersetrum listrik karena memasuki areal perkebunan milik perusahaan pemerintah, perusahaan swasta, juga perkebunan masyarakat. Sudah seharusnya, pemerintah tak lagi membiarkan persoalan ini terus terjadi.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved