Pangkalan Elpiji Nakal akan Ditindak

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Aceh Barat

* Tidak Boleh Menjual di Atas HET

MEULABOH - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Aceh Barat mengeluarkan peringatan tegas akan mencabut izin pengkalan nakal yang menjual gas elpiji melon di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kami sudah sampaikan supaya mematuhi dengan menjual harga yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu Rp 16.000 per tabung. Jangan lebihi harga itu,” kata Kabid UKM dari Diskopukmperindag Aceh Barat, Idrus kepada Serambi, Senin (16/11). Idrus menyampaikan hal tersebut kepada Serambi saat berlangsung pemanggilan seluruh pemilik pangkalan elpiji di Aceh Barat sekitar 140 orang ke Diskopukmperindag.

Pemanggilan itu dilakukan Diskopukmperindag bersama Polres Aceh Barat untuk menormalkan kembali keberadaan elpiji 3 kg yang sempat langka dan mahal. Pertemuan itu dipimpin Idrus bersama Kanit Eksus Satreskrim Polres Aceh Barat Bripka Firdaus SH. “Pemanggilan ini tindak lanjut operasi tim gabungan dari Polres bersama Diskopukmperindag,” katanya.

Menurut Idrus seluruh izin pangkalan yang diperiksa wajib meneken fakta integritas agar tidak menyelewengkan elpiji 3 kg termasuk agen penyalur. Pangkalan dan agen juga dilarang menjual elpiji 3 kg kepada pengecer yang tidak memiliki izin.

Sebab, katanya, ulah pengecer kerap mejadikan harga jual tinggi serta kerap jatuh kepada kalangan yang tidak berhak yakni orang kaya atau perusahaan termasuk pegawai pemerintah. Idrus menyatakan pihaknya akan mengambil sanksi apabila pengkalan elpiji melanggar ketentuan, termasuk akan mencabut izinnya.

Dia sebutkan ke depan Diskopukmperindag bersama Polres akan terus mengelar razia lanjutan memeriksa kios-kios yang menjual elpiji 3 kg sebab yang dibenarkan menjual hanya pangkalan.

“Kami sudah minta pangkalan yang membeli elpiji 3 kg dalam jumlah besar tidak dilayani,” katanya. Kanit Eksus Satreskrim Polres Aceh Barat, Firdaus di sela pertemuan meminta masyarakat melaporkan kepada polisi dan Diskopukmperindag bila menemukan indikasi penyimpangan elpiji 3 kg di tengah masyarakat dengen menghubungi nomor pengaduan.

Kabid UKM Diskopukmperidag Aceh Barat Idrus menyebutkan dalam pertemuan dengan seluruh pangkalan mencuat isu pangkalan elpiji meminta harga HET dinaikkan dari Rp 16.000/tabung menjadi Rp 17.000/tabung atau Rp 18.000/tabung. Namun permintaan itu terbentur dengan peraturan pemerintah, yakni HET untuk Aceh Barat ditetapkan melalui peraturan gubernur sebesar Rp 16.000/tabung, kecuali untuk jangkauan melebihi sekitar 60 kilometer dari kota. “Tentu itu kita dengar, tetapi aturan mengatakan bahwa dijual harus sesuai HET Rp 16.000/tabung,” jelasnya. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved