Kawanan Gajah Digiring ke Gampong Bunin

Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan, kepada Serambi Selasa (17/11) menyebutkan, sekitar 30 puluh ekor

Kawanan Gajah Digiring ke Gampong Bunin
Ilustrasi 

IDI - Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan, kepada Serambi Selasa (17/11) menyebutkan, sekitar 30 puluh ekor gajah liar di Dusun Simpang 1 dan Simpang 2 di Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur, telah digiring ke hutan pengembalaan seluas 5.500 hektar di Gampong Bunin.

“BKSDA Aceh, Dishut Atim, LSM HAKA, dan WCS serta masyarakat telah menggiring kawanan gajah ini selama tiga hari sejak Sabtu (14/11) lalu,” ungkap Genman, Selasa (17/11).

Disebutkan, banyaknya kawanan gajah di Gampong Bunin dan sekitarnya, akibat perkebunan warga di kawasan ini dipenuhi tumbuhan semak/hutan kecil berisi tanaman yang disukai gajah. Sehingga kerap mengundang kedatangan hewan tersebut. Karena itu ia mengingatkan warga/pekebun selalu membersihkan kebun mereka, untuk menghindari adar gajah tidak menetap di semak-semak yang berdekatan dengan kebun warga ini.

Dari pengamatan pihak BKSDA, kawanan gajah yang sebelumnya masuk ke perkebunan warga di Gampong Seumanah Jaya, saat ini berada di area afdeling III yang merupakan kawasan perkebunan sawit milik PT Atakana Company, dan sebagian sudah keluar dari perkebunan warga.

Menurut BKSDA Aceh, di Aceh Timur terdapat delapan kecamatan yang berkonflik dengan gajah (lihat boks), karena ratusan ekor gajah berkeliaran di wilayah delapan kecamatan itu. Satu kawanan diketahui terjebak di afdeling III PT Atakana Company. “Untuk menggiringnya ke lokasi pengembalaan di Gampong Bunin, kawanan gajah ini terhalang areal kebun perusahaan swasta dan kebun warga. Sehingga saat digiring, gajah berputar-putar di lokasi yang sama,” katanya.

Staf BKSDA di Aceh Timur, Bambang, menjelaskan bahwa penanganan konflik gajah-manusia di delapan kecamatan yang rawan gangguan gajah ini, harus dilakukan dengan melibatkan semua unsur, termasuk pihak perusahaan, dan warga di delapan kecamatan tersebut.

“Penanganan harus dilakukan secara bersama, supaya gajah yang saat ini berpencar di delapan kecamatan ini, dapat digiring ke lokasi hutan pengembalaan. Jika tidak, upaya penggiringan gajah ini akan memakan waktu lama dan biaya yang besar,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta parapihak terkait merespons dengan baik upaya koordinasi yang sedang dibangun oleh pihak BKSDA, untuk menanggulangi gangguan gajah di kabupaten ini secara tuntas.

Rencananya, jika seluruh kawanan gajah yang berkeliaran di delapan kecamatan dimaksud, telah dikumpulkan menjadi satu di hutan pengembalaan di Gampong Bunin, Kecamatan Serba Jadi, selanjutnya akan dibuat parit agar gajah tidak keluar dari hutan gembala.

Di lokasi ini nantinya juga akan dibangun tower pemantau. “Sehingga jika ada gajah yang keluar dari hutan gembala ini, dapat segera diketahui dan langsung digiring kembali ke hutan gembala tersebut,” pungkas Bambang.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved