Pemkab Larang Pangkalan Jual Gas 3 Kg ke Kios

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mengultimatum pihak pangkalan elpiji agar tidak menjual gas 3 Kg kepada kios

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mengultimatum pihak pangkalan elpiji agar tidak menjual gas 3 Kg kepada kios pengecer. Sebab selama ini, kios pengecer dinilai sering menaikkan harga gas bersubsidi itu dengan menjualnya seharga Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) gas 3 Kg di Pidie, Rp 17 ribu per tabung.

"Jika kami menemukan adanya kios pengecer yang menjual gas 3 Kg, kami akan mengusulkan kepada pihak Pertamina untuk mencabut izin pangkalan penyalur gas 3 Kg ini," kata Asisten II Setdakab Pidie, Maddan SE MSi, didampingi Kadisperindagkop ESDM Pidie, Zainal Abidin SE, Sabtu (21/11), saat melakukan inspeksi ke gudang CV Muhammad Noernikmat, di Gampong Pulo Seuk Ceukok, Kecamatan Simpang Tiga.

Maddan mengatakan, aturan baru yang ditetapkan Pertamina, kios pengecer tidak dibolehkan menjual gas 3 Kg. Hanya pihak pangkalan yang diizinkannya menjual gas bersubsidi itu dengan harga yang telah ditetapkan.

"Kita tidak mengetahui bagaimana kios pengecer bisa mendapatkan gas 3 Kg dari pangkalan. Padahal, Pertamina mengharamkan gas tersebut dijual di kios," katanya.

Kadisperindagkop ESDM Pidie, Zainal Abidin SE menambahkan, selama ini banyak agen dan pangkalan tidak melaporkan realisasi gas 3 kg yang telah dijual kepada Pemkab Pidie. Sehingga Pemkab Pidie tidak mengetahui kuota gas yang disalurkan kepada warga. "Bagi agen yang enggan melaporkan realisasi penyaluran gas, kami juga akan menyurati PT Pertamina supaya diberi sanksi," jelasnya.

Kepala Gudang CV Muhammad Noernikmat, Jufri, mengaku selama ini pihaknya tidak menjual gas 3 Kg kepada kios pengecer. "Namun, para pemilik kios biasanya mengutus orang untuk membeli gas bersubsidi itu, sehingga sudah ditertibkan.

Ia mengatakan, jatah yang diberikan Pertamina kepadanya sebagai agen CV Muhammad Noernikmat, maksimal 1.500 tabung per tahun. Jatah tersebut disuplai kepadanya 15 kali setiap bulan yang jumlahnya 80 hingga 150 tabung. Selama ini, pihaknya mengaku melaporkan secara rutin realisasi gas kepada pengurus agen dan Pertamina."Mulai tahun ini, saya juga akan mengirimkan laporan tersebut ke Pemkab Pidie," katanya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved