Tampung Imigran, Miliuner Mesir Ingin Beli Pulau di Yunani

Rencananya ini menuai kritik, bahkan tidak sedikit yang menyangsikannya.

Tampung Imigran, Miliuner Mesir Ingin Beli Pulau di Yunani
Getty Images
Naguib Sawiris telah menghubungi beberapa pemilik pulau di Yunani untuk bisa membelinya demi menampung ratusan ribu pengungsi Suriah dan Irak. (Nadine Rupp/Getty Images) 

SERAMBINEWS.COM - Seorang miliuner asal Mesir mengungkapkan rencananya untuk membeli beberapa pulau di Mesir untuk menampung ratusan ribu imigran asal Suriah dan Irak yang lari dari perang.

Diberitakan The Independent dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa (17/9), Naguib Sawiris bahkan telah menghubungi para pemilik pulau di Yunani untuk menyampaikan tawaran pembelian.

Taipan bidang komunikasi dan teknologi ini mengatakan, "ide gila" itu layak dijalankan untuk memberikan hunian sementara bagi para pengungsi hingga konflik usai.

"Tentu saja rencana ini bisa berjalan. Yunani punya puluhan pulau yang kosong dan bisa mengakomodasi ratusan ribu pengungsi," kata Sawiris.

Rencana pria 61 tahun dengan kekayaan mencapai Rp41,9 triliun ini tidak main-main. Dia bahkan telah menggagas proyek "Pulau Aylan", mengambil nama Aylan Kurdi, bocah tiga tahun yang tewas terdampar di Turki saat mencoba mengungsi bersama orang tuanya ke Yunani.

Kepada majalah NewsWeek, Sawiris mengatakan telah menganggarkan dana hingga US$200 juta atau lebih dari Rp2,8 triliun untuk membeli beberapa pulau di Yunani. Sekitar 10 ribu dukungan datang melaui email pribadinya, menyatakan siap membantu rencana tersebut.

Rencananya ini menuai kritik, bahkan tidak sedikit yang menyangsikannya.

"Jika kalian punya ide yang lebih baik, silakan saja. Peraturan di perusahaan saya, siapa saja yang mengkritik solusi saya dan tidak punya rencana yang lebih baik, saya katakan pada mereka untuk tutup mulut," tegas Sawiris.

Sawiris mengatakan telah mengidentifikasi dua pulau pribadi untuk mewujudkan rencananya ini.

"Kami telah berkirim surat dengan pemilik pulau itu dan menyatakan keinginan kami untuk bernegosiasi serta meminta izin pemerintah Yunani untuk menampung pengungsi dengan jumlah maksimal yang diperbolehkan peraturan Yunani," kata Sawiris.

Rencana Sawiris menarik perhatian Komisi Tinggi Pengungsi PBB, UNHCR, yang telah mengirim stafnya untuk bertemu Sawiris, membicarakan masalah kerja sama.

"Jika mereka (pemerintah Yunani) tidak memberi dukungan administrasi, maka ide ini akan mati. Saya berharap politisi mulai berpikir bahwa saya serius dan ide ini tidak buruk," ujar Sawiris.

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved