Gajah Liar Menjauh Dari Pemukiman Warga

Masyarakat yang tinggal di sejumlah kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah

REDELONG - Masyarakat yang tinggal di sejumlah kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kini bisa bernafas lega. Lantaran kawanan gajah liar yang sebelumnya berada di kawasan pemukiman telah menjauh atau bergeser ke lokasi yang jauh dari tempat tinggal warga. Tapi potensi kehadiran hewan bertubuh besar itu, diperkirakan masih berpeluang terjadi.

Camat Pintu Rime Gayo, Drs Mukhtar ketika ditanyai Serambi, Sabtu (5/12) mengatakan, kawanan gajah liar sudah berada di daerah Dusun Saweng, Kampung Negeri Antara, kecamatan setempat. Namun, keberadaan gajah di kawasan itu, tidak berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena tidak adanya penduduk yang menetap di Dusung Saweng.

Pun demikian, pihaknya tidak berani menjamin, bila kawanan gajah liar itu, tak kembali merapat ke pemukiman warga. Seperti yang terjadi pada bulan lalu di kawasan Dusun Sejahtera. “Memang sekarang mereka sudah menjauh dari pemukiman warga. Tapi siapa berani jamin, kalau mereka tidak kembali lagi ke Dusun Sejahtera,” kata Mukhtar.

Untuk itu, sebut Mukhtar, penanganan lebih lanjut harus segera direalisasikan pembangunan Conservation Respons Unit (CRU) di daerah itu. Karena berbagai upaya sudah dilakukan, seperti pembuatan parit isolasi serta penggiringan secara tradisional. Namun, kawanan gajah tetap kembali lagi. “Untuk sementara masyarakat bisa tenang, karena kawanan gajah sudah mulai menjauh,” sebutnnya.

Berkaitan dengan terjadinya konflik antara kawanan gajah dengan masyarakat di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Pihak WWF sebelumnya telah mengundang pemerintah dari empat kabupaten, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah, Bireuen dan Pidie. WWF menfasilitasi pertemuan empat kabupaten untuk menyelesaikan persoalan gangguan gajah. “Bener Meriah, harus lebih pro aktif karena gangguan gajah paling sering terjadi di daerah ini,” ujarnya.

Ketika ditanya soal warga Dusun Sejahtera, Kampung Rime Raya yang sempat mengungsi ke Kantor Camat. Mukhtar menyebutkan, seluruh masyarakat yang sebelumnya mengungsi, telah kembali ke rumah mereka masing masing. Karena kawanan gajah tidak lagi berada di dusun itu. “Mereka mengungsi sekitar sembilan hari. Tepat 4 November 2015 lalu, satu persatu warga sudah kembali ke kediamannya,” terang Camat Pintu Rime Gayo ini.

Sementara itu, untuk menggiring kawanan gajah yang sempat mengobrak abrik perkebunan warga di Dusun Sejahtera, dilakukan oleh para relawan yang terdiri dari masyarakat setempat. Untuk menggiring hewan liar yang dilindungi itu, masyarakat hanya mengandalkan mercon. Meski perlahan, namun gajah berhasil digiring ke kawasan Saweng, Kampung Negeri Antara, kecamatan setempat.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved