Aneh Juga, Wali Kota Protes Lelaki di Warung Kopi

"Apakah orang yang bekerja harus seperti buruh bangunan, petani di sawah, atau tukang pikul di pasar Atjeh,"

Aneh Juga, Wali Kota Protes Lelaki di Warung Kopi
Para PNS nongkrong bersama di salah satu warong kopi di Calang jalan Nasional Calang-Meulaboh, Aceh Jaya Selasa (6/1). SERAMBI/SA DUL BAHRI 

Laporan Bukhari M Ali | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sepanjang Selasa (8/12/2015) siang, ada peristiwa yang lucu, menggelitik, dan tentunya juga terkesan aneh bin ajaib.

Pasalnya, Wali Kota Banda Aceh, melalui perangkatnya Satpol PP dan WH, melakukan patroli di sepanjang jalan dalam kota seraya meminta agar laki-laki tidak hanya duduk-duduk di warung kopi, tetapi hendaknya bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing.

"Bapak-bapak kaum lelaki, janganlah hanya duduk-duduk di warung kopi, jangan habiskan waktu di warung kopi, mari bekerjalah" demikian pesan seorang ibu melalui pengeras suara dalam mobil patroli wanita, Selasa (8/12/2015) siang.

Mobil yang membawa sejumlah wanita Satpol PP dan WH tersebut memang tidak turun dari mobil, tetapi sengaja parkir beberapa saat di depan warung untuk menyampaikan pesannya itu.

Mendengar bunyi pesan tersebut, sejumlah pria yang berada di warung kopi Solong Premium kawasan Beurawe misalnya, mereka bukannya mengindahkan imbauan tersebut, tetapi justru tertawa terbahak-bahak.

Masalahnya, dari mana Satpol PP dan WH Banda Aceh itu tahu bahwa para lelaki yang duduk di warung kopi tidak bekerja, sehingga diimbau untuk membubarkan diri dari warung tersebut.

"Apakah orang yang bekerja harus seperti buruh bangunan, petani di sawah, atau tukang pikul di pasar Atjeh," tukas seorang pria sambil tertawa lebar-lebar.

"Apakah sales yang menemui kliennnya, wartawan yang mengetik berita, pengusaha yang melakukan pertemuan dengan rekan bisnis di warung kopi tidak dianggap sedang bekerja," tanya pria yang berlatangbelakang pengusaha ini.

Karenanya, ia menilai imbauan yang disampaikan Satpol PP dan WH tersebut tidak produktif, cerdas, dan malah terkesan hanya untuk pencitraannya saja.(*)

Penulis: Bukhari Ali
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved