Desakan Audit Istana Wali Terus Menguat

Desakan agar Istana Wali Nanggroe diaudit terus menguat. Setelah Gerak dan MaTA

BANDA ACEH - Desakan agar Istana Wali Nanggroe diaudit terus menguat. Setelah Gerak dan MaTA, desakan serupa juga disampaikan Ikatan Alumni Pendidikan Profesi Akuntansi (Ikappa) Banda Aceh.

Dalam siaran persnya kepada Serambi, Rabu (9/12), Ketua Ikappa, Irfansyah SE Ak, meminta kepada pihak terkait, yakni BPKP, BPK, dan Jaksa untuk segera membentuk tim khusus untuk mengaudit Istana Wali. “Tetapi, agar mengefesiensikan anggaran, audit sebaiknya dilakukan secara bertahap,” ujar Irfansyah.

Selain mengaudit dana pembangunan, perlu juga dilakukan audit bangunan yang merupakan layanan pemeriksaan, kaji ulang serta analisis yang terdiri dari serangkaian tes komprehensif terhadap konstruksi suatu bangunan, serta mendefinisikan titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan kondisi bahaya dan tidak terkontrol.

Hasil audit ini akan menyajikan tingkat kesesuaian data dan fakta yang menggambarkan integritas atas suatu bangunan dengan mengacu standar nasional dan internasional dan ketentuan terkait, serta spesifikasi pelanggan dan ketentuan lokal.

“Apabila ada temuan-temuan yang menyimpang, dana dan titik lemah yang menjadi dasar rekomendasi perbaikan atau penggantian apabila diperlukan, maka harus dilaporkan langsung kepada Gubernur Aceh,” tulisnya.

Menurut Irfansyah, audit perlu segera dilakukan, meskipun belum tercium ‘aroma busuk’ atau indikasi penyimpangan dari pembangunan gedung Istana Wali tersebut.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved