Breaking News:

Gazali Mohd Syam Tutup Usia

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh,

Editor: bakri

BANDA ACEH - Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Drs Tgk H Gazali Mohd Syam (68) tutup usia di kediamannya, Desa Lamseupeng, Lueng Bata, Banda Aceh, Senin (14/12) sekitar pukul 06.00 WIB.

Almarhum meninggalkan dua putra dan seorang putri, masing-masing M Hafrizal GH SE (37), Farah Niza SPdI MPd (34), dan Aulia Mubarak GH (24), serta tiga orang cucu.

Sementara istrinya, Hj Hafnizar, meninggal setahun lalu dan seorang putranya, Mohd Zakaf GH, meninggal saat bencana tsunami tahun 2004. Informasi tersebut disampaikan Kepala Sekretariat MPU Aceh, Saifuddin Puteh MM kepada Serambi, Senin (14/12). “Meninggalnya di rumah. Malamnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk cek kesehatan. Karena kondisinya baik-baik saja, maka dibawa pulang lagi ke rumah. Sesudah shalat Subuh sakit jantungnya kambuh dan meninggal di rumah, didampingi putra bungsunya, Aulia,” tutur Saifuddin.

Sehari sebelumnya, kata Saifuddin, Abu Gazali juga menghadiri peringatan Hari Nusantara di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, Minggu (13/12) yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla. Saat menghadiri kegiatan tersebut, almarhum baru pulang check up di Jakarta, dan kembali ke Banda Aceh hari Kamis (10/12).

“Almarhum ke Jakarta karena ada pertemuan dengan Ketua MUI yang baru, sekalian berobat. Selama ini keluhan sakit ada, namun berobat jalan saja. Kepada saya almarhum sering mengatakan sedang merasa tak enak badan, tapi karena semangatnya sangat tinggi, jadi tidak dinampakkan rasa sakitnya. Hanya ke beberapa teman ia keluhkan sakitnya,” kata Saifuddin.

Sebelum dikebumikan di kampung halamannya, Desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, almarhum dishalatkan di Mushala Gampong Lamseupeng, diimami putra bungsunya. Dalam perjalanan menuju ke Krueng Geukueh, almarhum sempat disinggahkan di Dayah Mudi Mesjid Raya (Mesra), Samalanga, Bireuen, untuk dishalatkan.

“Pimpinan Dayah Mudi Mesra meminta agar almarhum juga dishalatkan di sana, karena almarhum alumnus Mudi Mesra,” ujarnya.

Sejumlah pejabat hadir ke rumah duka kemarin. Di antaranya, Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, Sekda Aceh Dermawan MM, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, para kepala SKPA, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Farid Wajdi Ibrahim MA, dan lainnya.

Wakil Ketua I MPU Aceh, Prof Dr Tgk Muslim Ibrahim MA menyimpan kenangan tersendiri terhadap sosok almarhum yang akrab disapa Abu Gazali ini.

Almarhum merupakan salah satu murid orang tua Muslim di Krueng Geukueh. Saat ia akan berangkat ke Kairo, Mesir, almarhum sangat banyak membantu dan setia menemani saat mengurus berbagai kelengkapan administrasi. Seperti membuat surat kelakukan baik ke kantor polisi, surat kesehatan, dan lainnya hingga mengantarnya ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved