Tafakur

Mencintai Nabi

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah

Oleh Jarjani Usman

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (QS. Al-Baqarah: 207).

Berbagai macam cara orang mewujudkan rasa cintanya kepada Rasulullah SAW. Ada yang diwujudkan dengan memperingati kelahirannya, yang dikenal dengan Maulid Nabi. Namun tidak demikian dengan Suhaib bin Sinain ar-Rumi. Beliau adalah seorang sahabat, yang berusaha untuk kabur dari Makkah agar bisa hidup bersama dan meneladani Nabi SAW yang telah terlebih dahulu hijrah ke Madinah.

Namun, keinginannya itu diketahui orang-orang kafir di Makkah. Suhaib dilarang pergi keluar. Orang-orang kafir takut seluruh harta kekayaan yang dimiliki Suhaib akan ikut dibawa keluar. Apalagi harta itu diraih di kota Makkah. Setelah berkali-kali usaha untuk kabur gagal, Suhaib menawarkan seluruh harta kekayaannya kepada yang melarangnya, asalkan ia diizinkan pergi menyusuri Nabi SAW. Tawaran itu diterima. Segera ia berangkat, tanpa menyesal hartanya ditinggalkan.

Kejadian itu memberi banyak pelajaran. Antara lain, kebenaran dan ridha Allah jauh lebih penting dibandingkan harta benda di mata orang beriman. Harta bukanlah tujuan, tetapi hanya dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan, yaitu ridha Allah. Bandingkan dengan sejumlah koruptor. Harta dijadikan tujuan, sedangkan ridha Allah dianggap tak berarti apa-apa. Buktinya, betapa firman Allah dan pesan Rasulullah diabaikan, demi memperoleh harta yang banyak. Hal ini juga ikut melibatkan sebahagian orang yang katanya alim di bidang agama.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved