Jumat, 10 April 2026

Seni Lintas Budaya Ramaikan GAYOfest

Beberapa seni budaya dari sejumlah etnis yang ada di Kabupaten Aceh Tengah ditampilkan dalam pagelaran GAYOfest

Editor: hasyim

TAKENGON-Beberapa seni budaya dari sejumlah etnis yang ada di Kabupaten Aceh Tengah ditampilkan dalam pagelaran GAYOfest, yang berlangsung Minggu (27/12) di Kota Takengon. Kegiatan GAYOfest yang didanai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh itu menampilkan sejumlah seni, seperti tari guel, tambur Minang, reog Ponorogo, dan sejumlah seni tari lainnya.

Menariknya, pentas seni lintas budaya itu, dilangsungkan di Bundaran Simpang Lima, Kota Takengon, Minggu (27/12) sore. Secara bergantian, ditampilkan tari guel, tambur Minang, dan reog Ponorogo.

Pementasan seni yang dilaksanakan di jalan raya itu, sontak menjadi perhatian warga yang melintas. Bahkan, ratusan penonton memadati jalan protokol di kota dingin ini.

Pementasan seni ini, terbilang menarik lantaran menampilkan seni dari lintas budaya, dari beberapa etnis yang mendiami daerah tanah tinnggi itu. Sebelum dilakukan pementasan di Bundaran Simpang Lima, grub seni reog Ponorogo melakukan pawai, mulai dari arah Komplek Terminal Lama, menuju bundaran Simpang Lima. Begitu juga dengan tambur Minang yang sebelumnya melakukan pawai, mulai dari arah Gedung Olah Seni (GOS) Takengon menuju lokasi tersebut.

Pengarah acara GAYOFest Joe Samalanga kepada Serambi, Senin (28/12) mengatakan, pagelaran seni lintas budaya tersebut, diawali dengan pementasan di Bundaran Simpang Lima, Kota Takengon. Namun, kegiatan tersebut dilanjutkan di Taman Budaya Nenggeri Gayo, Komplek Disbudparpora Aceh Tengah.

“Selain ketiga seni ini dilaksanakan di area terbuka, malamnya juga dilanjutkan di Taman Budaya, Kemili,” ujar Joe Samalanga.

Adapun pertunjukan seni dalam even GAYOfest tersebut, di antaranya penampilan perdana muncul Chiqita Band yang diawaki Ecek, dilanjutkan dengan Serudang Mango, solo akustik Mona Nurfadhilah, tari saman dari mahasiswa Gayo Lues, Rabbani Wahid dari Samalanga yang bersambut dengan kolaborasi Guru Guel-Pepongoten-Puisi.

“Even ini, diakhiri dengan  didong banan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Aceh Tengah dan ditutup dengan didong jalu,” paparnya.  

Sementara itu, pementasan seni budaya GAYOfest 2015, dibuka oleh Sekda Aceh Tengah Karimansyah I, mewakili Bupati Ir H Nasaruddin MM didampingi Dandim 0106 Letkol Ferry Ismail, dan Kapolres Aceh Tengah yang diwakili Kapolsek Bebesen.

Hadir dalam acara pembukaan itu, seorang anggota DPR Aceh Ismaniar, Kepala Disbudpar Aceh Tengah, Subhan Sahara, anggota DPRK Aceh Tengah Salman, dan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda lainnya.(my)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved