Aceh Masih Kekurangan Hotel
Aceh masih banyak kekurangan hotel, terutama hotel berbintang. Karena itu, kehadirian 88 Hotel Atjeh
* 88 Hotel Atjeh Dilaunching
BANDA ACEH - Aceh masih banyak kekurangan hotel, terutama hotel berbintang. Karena itu, kehadirian 88 Hotel Atjeh yang dilaunching Kamis (7/1), akan membantu pemerintah dalam menyediakan kamar untuk tamu yang akan berkunjung ke Tanah Rencong.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi menyampaikan hal ini disela-sela Grand Opening 88 Hotel Atjeh di Jln Syiah Kuala Nomor 88 Lamdingin, Banda Aceh.
Dikatakan, dengan kehadiran 88 Hotel Atjeh, akan sangat mendukung pelaksanaan berbagai even berskala nasional di Banda Aceh pada masa-masa mendatang. “Sebab, selama ini, kita selalu kesulitan untuk merebut even-event berskala nasional untuk bisa dilaksanakan di Aceh,” kata Reza.
Minimnya even berskala nasional di Aceh, tambah Reza Pahlevi salah satu penyebabnya karena masalah ketersediaan akomodasi yang belum memadai. “Karena itu, saya memberi apresiasi kepada H Ichsan M Daud yang telah menambah investasinya di sektor pariwisata ini,” katanya.
Kekurangan kamar hotel, tambah Reza Pahlevi, tidak hanya dirasakan di Banda Aceh, tapi juga di Sabang yang kini sudah menjadi salah Destinasi Wisata Unggulan.
Sementara itu, Owner 88 Hotel Atjeh, H Ichsan M Daud mengatakan hotel yang memiliki 48 kamar ini merupakan bagian dari pengembangan bisnisnya di sektor usaha pariwisata. “Kami melihat, peluang bisnis di sektor perhotelan di Aceh masih sangat menjanjikan,” kata pengusaha asal Pidie yang juga pemilik Grand Blang Asan Hotel, Sigli.
Manager 88 Hotel Aceh, Apri Al Amin kepada Serambi mengatakan Hotel Bintang Satu ini siap memanjakan tamunya dengan berbagai fasilitas modern, selain sarapan pagi, ada wifi, AC, TV LED di semua kamar, coffe maker sendiri (executive room), bathtup (executuve room), air panas (executive dan deluxe), laundry, massage on call.
Khusus untuk pelaksanaan rapat-rapat, tambah Apri Al Amin, pihaknya siap menyediakan fasilitas pendukung berupa infocus, sound sistem, screen, dan enam ruangan ber-AC dengan kapasitas masing-masing 15 orang (3 ruang) 40 orang (2 ruang) dan 120 orang (1 ruang).
Dikatakan, harga sewa hotel berfasilitas musalla terpisah dengan gedung utama hotel itu, untuk Executive Rp 650 ribu, Deluxe Rp 500 ribu,- Superior Rp 400 ribu, dan kamar Standar Rp 350 ribu. (sir)