Menunggak SPP, Presma Al-Wasliyah DO

Presiden Mahasiswa (Presma) STIKIP Al-Wasliyah Banda Aceh, Hardani di Drop Out (DO) dari kampus tersebut

Menunggak SPP, Presma Al-Wasliyah DO
MAHASISWA Al-Washliyah Banda Aceh berunjuk rasa mendesak para pimpinan kampus memperjelas keabsahan ijazah yang mereka keluarkan di kampus tersebut, Selasa (15/12). 

* Hardani: Karena Saya Gelar Demo

BANDA ACEH - Presiden Mahasiswa (Presma) STIKIP Al-Wasliyah Banda Aceh, Hardani di Drop Out (DO) dari kampus tersebut, akibat menunggak pembayaran SPP selama 13 semester dari 14 semester masa kuliahnya. Sedangkan Hardani menuding, ia dikeluarkan karena melakukan aksi demo terhadap kepemimpin kampus itu, beberapa waktu yang lalu.

Ketua STKIP Al-Wasliyah, Dr A Mufakhir Muhammad yang dikonfirmasi Serambi membantah tudingan Hardani yang menyebutkan dia dikeluarkan karena demo.

Menurutnya, Hardani dikeluarkan karena pihak kampus menilai ia sudah berprilaku tidak terpuji secara akademik. Sebab selama ini ia sering menjelekkan kampus itu ke pihak lain. Alasan lainnya, karena Hardani yang saat ini sudah memasuki semester 14 menunggak SPP selama 13 semester, serta selama ini tidak aktif di kampus. “Jadi intinya dia kami keluarkan karena sudah berprilaku tidak terpuji secara akademik,” ujar Mufakhir kemarin.

Sedangkan Hardani Presma STIKIP Al-Washliyah Banda Aceh kepada Serambi, Selasa (12/1) menyebutkan, bahwa pada 15 Desember lalu ia mengkoordinator demo di kampus tersebut, menuntut sejumlah masalah dalam kampus itu. Namun dua hari setelah demo, ia disurati oleh kampus yang menyatakan dirinya telah dikeluarkan.

“Saya mengakui bahwa belum membayar SPP selama 13 semester yakni sekitar Rp 13 juta, karena saya tidak punya uang, padahal awalnya kampus tidak mempermasalahkan tunggakan itu, namun setelah saya tidak lagi sejalan dengan mereka dan melakukan demo, saya langsung dikeluarkan,” ujar Hardani.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved