Warga Muara Satu Sulit Peroleh Elpiji

Warga Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Satu, dan Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Warga Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Satu, dan Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, selama ini dilaporkan kesulitan memperoleh elpiji tabung tiga kilogram. Hal itu disebabkan belum adanya pangkalan resmi di kawasan tersebut.

Karena itu, warga berharap pihak Pertamina mengizinkan pendirian pangkalan elpiji di kawasan tersebut, untuk memudahkan masyarakat mendapat elpiji.

Menurut Warga, selama ini untuk mendapatkan elpiji ke pangkalan resmi, warga Mon Puteh dan Jeulikat harus memakai jasa ojek atau harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 kilometer dengan sepeda motor, ke kawasan Desa Blang Poroh.

“Kami harus mencari ke Desa Blang Poroh karena pada pedagang pengecer di desa kami, elpiji 3 kilogram sering langka,” ujar Muhammad Nazar (35) warga Desa Lhok Mon Puteh kepada Serambi, Minggu (17/1).

Disebutkannya, selama ini harga pada pedagang pengecer kadang mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu. Padahal, biasanya warga memperoleh elpiji hanya dengan harga sekitar Rp 18 ribu.

Karena itu warga berharap pihak dinas terkait segera memberikan izin untuk pendirian pangkalan resmi di Desa Lhok Mon Puteh, untuk memenuhi kebutuhan elpiji bagi masyarakat.

Muhammad Nazar juga mengatakan, warga berharap agar ke depan pengurusan pendirian pangkalan tidak dipersulit. Warga bersedia menempuh prosedur pendirian pangkalan. Sebab jika tak ada pangkalan resmi, warga desa itu akan selalu kesulitan memperoleh elpiji. “Karena di sebagian pangkalan meminta Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan elpiji. Sedangkan warga kami belum terdata di pangakalan desa lain,” katanya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved