Mantan Kombatan Tinju Eks Libya

Seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Aceh Timur, Mahmud Abubakar alias Ayah Rayeuk

Mantan kombatan GAM memukul eks GAM Libya, Komandan Faudhi Bin Jamil, di Mes Wali Nanggroe, di Jalan Pemancar, Jaya Baru, Banda Aceh, Selasa (26/1). SERAMBI/BUDI FATRIA 

* Berujung ke Mes Wali

BANDA ACEH - Seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Aceh Timur, Mahmud Abubakar alias Ayah Rayeuk, meninju eks GAM Libya, Faudhi bin Jamil (di online tertulis Fauzi) di lantai dua Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, Banda Aceh, Selasa (26/1) siang.

Kejadian itu cukup mengejutkan pelanggan di warung tersebut yang sedang menikmati kopi dan aneka minuman lainnya. Faudhi juga dipukul lagi sesampai di Mes Wali Nanggroe di Jalan Pemancar Nomor 20, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Faudhi selama ini bekerja di Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A). Lembaga ini pengganti Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang dibentuk setelah MoU Damai diteken pihak RI dan GAM di Helsinki, Finlandia tahun 2005. Badan ini mengurus korban konflik Aceh, termasuk eks kombatan GAM yang sudah berbaur dengan masyarakat.

Berdasarkan amatan dan informasi yang dihimpun Serambi saat peristiwa itu terjadi di Dhapu Kupi kemarin, Faudhi sedang duduk di lantai dua pada deretan belakang. Tiba-tiba datang beberapa orang dipimpin Ayah Rayeuk. Suasana langsung gaduh yang didominasi suara bernada tinggi Ayah Rayeuk yang berusaha membogem Faudhi.

Dari suara yang terdengar, Ayah Rayeuk mempertanyakan sesuatu kepada Faudhi sambil menyuruh turun dari lantai dua. Beberapa orang yang datang bersama Ayah Rayeuk berusaha mencegah setelah Faudhi dipukuli beberapa kali. Bahkan saat dipaksa turun di dekat tangga, Ayah Rayeuk masih berusaha meninju Faudhi. “Turun! Turun! Mana wartawan, mana wartawan?!” teriak Ayah Rayeuk yang ingin kejadian itu diliput wartawan.

Sebagian pukulan itu mendarat di kepala Faudhi yang berusaha memblok dengan tangannya. Faudhi tanpa perlawanan dan hanya berusaha menangkis pukulan, akhirnya turun ke lantai satu. Ayah Rayeuk sambil berteriak keras masih berusaha memukul Faudhi. Akibatnya, pelanggan yang sedang menikmati kopi terkejut menyaksikan peristiwa itu.

Bahkan di areal parkir Dhapu Kupi, Ayah Rayeuk meninju lagi kepala Faudhi meski rekan-rekannya berusaha menghalangi. Faudhi terlihat menangkis untuk mencegah pukulan lanjutan. Kemudian Ayah Rayeuk memerintahkan Faudhi untuk masuk ke mobil warna putih. “Masuk, masuk!” teriak Ayah Rayeuk bernada tinggi dan marah.

Faudhi pasrah saja dan masuk ke mobil putih itu dan duduk di samping sopir. Saat itu Ayah Rayeuk masih berteriak ke arah Faudhi yang sudah masuk mobil. “Nyoe awak peunguet eks kombatan, hoka wartawan (Ini orang penipu eks kombatan, mana wartawan -red),” teriak Ayah Rayeuk sambil mengarahkan kedua tangannya ke Faudhi yang sudah masuk ke mobil.

Setelah itu, Ayah Rayeuk juga masuk dari belakang atau tepatnya di belakang sopir. Mobil warna putih itu melaju kencang menyusuri Jalan Mr Muhammad Hasan menuju arah Jalan Soekarno-Hatta. Ternyata Faudhi diboyong ke Mes Wali Nanggroe di Lamteumeun Timur.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved