Selasa, 14 April 2026

Tanggapan Seorang Perancang Busana Muslimah tentang Kerudung Halal

Salah satu perancang busana muslim, Restu Anggaraini, juga mempertanyakan soal produksi dari kerudung tersebut.

Editor: Fatimah
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Model memperagakan busana karya Restu Anggraini dalam acara Jakarta Fashion Week 2015, di Senayan City, Jakarta, Sabtu (1/11/2014). Acara yang berlangsung selama satu pekan ini akan menghadirkan beragam karya busana dari desainer dalam dan luar negeri sebagai referensi tren mode pada 2015. 

SERAMBINEWS.COM - Hijab bersertifikasi halal dari MUI yang baru saja diluncurkan oleh label busana muslim Zoya, tak hanya memicu kontroversi di kalangan netizen.

Salah satu perancang busana muslim, Restu Anggaraini, juga mempertanyakan soal produksi dari kerudung tersebut.

" Aku pikir ini sih excessive use of halal branding. Selain itu, agak lucu juga kalau pakaian lain produksi brand itu belum standar halal, berarti kita pakai jilbab saja tanpa pakaian dong? Hahaha..,". ujar Restu.

Berdasarkan pengamatan perancang yang akrab disapa Etu tersebut, dalam proses pembuatan kain di wilayah Bandung, dia melihat sendiri proses akhir pembuatan sebuah kain, yakni dicuci kembali ke dalam boiler dengan suhu lebih dari 80 derajat celcius.

"Saya sangat menyangsikan jika emulsifier itu masih terkandung dalam bahan, jika sudah masuk boiler untuk direbus dan dibersihkan pada proses akhir," jelasnya dalam wawancara bersama Kompas Female via pesan singkat.

(Baca juga : Kerudung Halal Bikin Geger Media Sosial)

Etu juga meminta kroscek kembali soal isu kerudung halal ini. Pasalnya, isu ini justru memancing perdebatan di kalangan muslim dan muslimah.

"Nah, yang jelas kalau tujuannya untuk viral, ya ini berhasil, hanya saja dampaknya positif atau negatif, belum bisa diprediksi," pungkasnya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved