Bros Pinto Aceh Sulit Ditemukan di Lokasi Wisata

Beberapa bulan terakhir, bros motif ‘Pinto Aceh’ sulit ditemukan di sejumlah toko souvenir sekitar obyek wisata

Bros Pinto Aceh Sulit Ditemukan di Lokasi Wisata
Souvenir dengan motif Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini banyak diminati para wisatawan lokal maupun mancanegara. Dijual mulai Rp 55 ribu- Rp 125 ribu, di kawasan PLTD Kapal Apung, Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Sabtu (6/2/2016). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BANDA ACEH - Beberapa bulan terakhir, bros motif ‘Pinto Aceh’ sulit ditemukan di sejumlah toko souvenir sekitar obyek wisata. Padahal permintaan terhadap bros ini sangat tinggi. Harga jualnya hanya Rp 5.000 per piece.

“Sudah beberapa bulan kosong barangnya, sedangkan permintaannya selalu tinggi. Sementara untuk bros dengan motif rencong, stoknya ada dan sering juga dijadikan sebagai oleh-oleh, dijual Rp 5.000,” sebut pedagang toko souvenir di kawasan PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Ani, kepada Serambi, Sabtu (6/2).

Dari keterangan Ani pula terungkap bahwa bros Pinto Aceh ternyata bukan produk perajin lokal, melainkan produk perajin dari Yogyakarta. Bros tersebut memiliki dua warna kombinasi, yakni emas dan perak.

Hal yang sama juga disampaikan pedagang toko souvenir lainnya, Amru. Dia mengakui kekosongan bros Pinto Aceh sudah berlangsung sejak lama. “Permintaan untuk bros Pinto Aceh selalu tinggi karena dapat digunakan untuk berjilbab dan lainnya,” imbuh dia.

Selain bros, souvenir laninya yang dijual dengan motif Pinto Aceh antara lain, cincin yang dijual mulai Rp 35.000 sampai dengan Rp 85.000 per piece tergantung ukuran, dan gelang Pinto Aceh yang dijual Rp 80.000 sampai dengan Rp 125.000 tergantung ukuran dan bentuk.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved