Seniman dan Penyair Reuni di ARB Cafe

Sejumlah penyair dan seniman di Dataran Tinggi Gayo (DTG) melakukan “reuni” di ARB Café, Reje Bukit

Seniman dan Penyair Reuni di ARB Cafe
Seorang seniman Gayo, Daud Kala Empan meniup suling mengiringi Ahmad Farhan Hamid yang sedang membacakan bait-bait puisi dalam kegaiatan pentas seni bertajuk dedingin sejuk yang berlangsung di ARB Cafe Reje Bukit, Kota Takengon, Minggu (7/2) malam. SERAMBI/MAHYADI 

TAKENGON - Sejumlah penyair dan seniman di Dataran Tinggi Gayo (DTG) melakukan “reuni” di ARB Café, Reje Bukit, Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (7/2) malam. Penampilan sederet seniman asal negeri kopi itu, membuat suasana café di kota dingin itu, berubah menjadi hangat lantaran ditemani dengan bait-bait puisi tentang kopi serta lantunan lagu gayo yanga dibawakan sejumlah seniman Gayo ternama.

Reuni para seniman dan penyair di Dataran Tinggi Gayo itu, digelar secara dadakan dengan mengambil tema pentas seni dedingin sejuk sesuai dengan kondisi daerah itu yang dibalut cuaca dingin sejak beberapa hari terakhir. Beberapa penyair yang tampil malam itu, diantaranya Fikar W Eda, LK Ara, Mustafa Ismail, Salman Yoga, Hidayah, Fadjri Alihar. Sedangkan seniman kawakan yang juga mengisi acara itu, diantaranya Daud Ceh Kala Empan, da Ceh Mahlil.

Bait-bait puisi tentang kopi pun menggema. Fikar W Eda, Salman Yoga, LK Ara, dan para penyair lainnya saling bergantian menumpahkan rasa dalam barisan puisi serta lagu. Semua puisi yang dilantukan bercerita tentang kopi, mulai citarasa, mengajak untuk menyeruput kopi hingga “kesengsaraan” petani kopi di tengah populernya minuman berwarna hitam itu.

Penampilan para seniman seolah membawa pesan bahwa kopi dan seni adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan di kehidupan masyarakat Gayo. “Kopi juga nafas cinta. Diminum penuh gelora. Dari bibir cakrawala,” segelintir kalimat puisi yang dibacakan Fikar W Eda dalam pentas seni bertajuk dedingin sejuk itu.

Kehadiran para seniman lainnya, seperti Ceh Mahlil, Ceh Daud Kala Empan, dan kelompok musik Uluh Guel, semakin membuat suasana minum kopi penuh kehangatan. Diantara pengunjung ARB Coffee Shop malam itu, tampak mantan Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Farhan Hamid dan rombongan sedang menikmati hidangan kopi dan seni yang ada dihadapannya.

Tak ketinggalan, tokoh politisi tingkat nasional ini pun didaulat untuk membacakan sebuah puisi. Ahmad Farhan Hamid tampil diiringi irama suling yang ditiupkan oleh Ceh Kala Empan. “tempat-tempat seperti ini diperlukan untuk menumbuh kembangkan semangat dan jiwa seni di kalangan generasi muda Gayo,” kata Fikar E Eda sembari menyebutkan kopi adalah nafas kehidupan.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved