Tanggul Sungai Arakundo Nyaris Jebol

Akibat digerus arus deras akibat tingginya debit air, tanggul sungai Arakundo di Gampong Seumatang, Kecamatan Julok

Tanggul Sungai Arakundo Nyaris Jebol
Bupati Aceh Timur H Hasballah HM Thaib meninjau tanggul sungai Arakundo yang nyaris jebol di Desa Tanjong Tok Blang, Kecamatan Julok, Kamis (11/2). 

IDI – Akibat digerus arus deras akibat tingginya debit air, tanggul sungai Arakundo di Gampong Seumatang, Kecamatan Julok, Aceh Timur, nyaris jebol. “Ketebalan dinding tanggul hanya tiga meter lagi. Jika tak segera ditangani, tanggul berpotensi jebol,” kata Zainuddin, Camat Julok, Kamis (11/2).

Menurut Zainuddin, di kecamatan itu terdapat tiga gampong yang berbatasan langsung dengan tanggul sungai Arakundo (lihat boks), yang terancam tergenang banjir luapan jika dinding tanggul tak segera diperkuat.

Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, juga meminta agar Balai Sumber Daya Air (SDA) Wilayah Aceh, untuk serius menangani proyek tanggul Krueng Arakundo.

“Kami minta Balai SDA Wilayah Aceh, lebih serius menangani proyek tanggul sungai Arakundo. Karena jika tanggul ini jebol, maka Aceh Timur terancam tenggelam,” katanya, didampingi Kepala BPBD dan Kadis PU saat meninjau tanggul tersebut, Kamis (11/2).

Menurutnya, banjir di tiga kecamatan (Julok, Simpang Ulim, dan Pante Bidari) lambat surut, karena ketinggian airnya di atas 1 meter akibat meluapnya sungai Arakundo.

Usai meninjau tanggul tersebut, bupati juga meninjau lokasi pengungsian di Gampong Seumatang, Kecamatan Julok, termasuk meninjau sawah dan jembatan yang rusak akibat banjir di Kecamatan Nurussalam dan Darul Aman. “Untuk sementara, pemerintah bersama warga telah membangun jembatan darurat agar bisa dilintasi. Sehingga akses jalan yang sempat terputus, kembali lancar,” ujar Hasballah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal, menyebutkan bahwa hingga Kamis (11/2), delapan gampong dalam dua kecamatan di Aceh Timur masih terendam. Yakni tiga gampong di Kecamatan Julok, dan lima gampong di Simpang Ulim,” ujarnya.

Dari delapan gampong yang terendam itu, 550 kepala keluarga (KK) atau 2.379 jiwa, masih mengungsi, karena rumah mereka masih tergenang banjir.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved