Wisata Islami belum Maksimal di Banda Aceh

Pengembangan wisata Islami di Kota Banda Aceh dinilai belum berjalan maksimal

BANDA ACEH - Pengembangan wisata Islami di Kota Banda Aceh dinilai belum berjalan maksimal. Padahal banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Pemko untuk ajang wisata Islami, yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan.

Pernyataan itu disampaikan Blogger Pariwisata Banda Aceh, Yudi Randa kepada Serambi, Selasa (16/2). Ia mengatakan hari besar agama dan tradisi Islami di Banda Aceh, dapat menjadi konsep wisata Islami yang menarik. Sehingga dapat mengubah citra Banda Aceh dimata wisatawan.

“Jadi wisata Islami yang gencar dibicarakan oleh Pemko tidak dijalankan serius, seharusnya Pemko membenahi objek wisata dan membangun masyarakat yang sadar akan wisata Islami,” ujar Yudi kemarin.

Ditamabhaknnya, jika wisata dapat dibenahi, maka kunjungan wisatawan akan meningkat. Efek lainnya akan mendukung berkembangnya ekonomi kreatif.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banda Aceh, Ridha MM mengatakan, saat ini Pemko Banda Aceh sudah merancang konsep wisata Islami. Bahkan seperti Masjid Raya Baiturahman dan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue akan disediakan selendang bagi wisatawan non muslim yang akan masuk kawasan masjid.

“Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW juga akan dikemas jadi agenda wisata, sedang saat Ramadhan akan digelar safari Ramadhan, yang buka puasa bersama menjadi agenda menariknya,” ujar Ridha. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved