Gas 3 Kg Diseleweng, Lapor ke Nomor Ini

Masih banyaknya penyelewengan diduga oleh pihak pangkalan gas di Aceh dengan menjual gas atau elpiji 3 kilogram

BANDA ACEH - Masih banyaknya penyelewengan diduga oleh pihak pangkalan gas di Aceh dengan menjual gas atau elpiji 3 kilogram (Kg) subsidi dengan harga di atas harga eceran tertentu (HET) ke kios-kios, ditanggapi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (DPC Hiswana Migas) Aceh, Faisal Budiman. Ia meminta masyarakat dan semua pihak melapor pelanggaran ini ke nomor pengaduan.

“Jika ada indikasi pangkalan elpiji itu nakal, mungkin dalam pendistribusiannya tak semua disalur ke masyarakat penerima sesuai HET, melainkan dijual ke pengecer di atas HET, maka segera lapor ke 0651-500000 via Hp atau dari telepon rumah cukup tekan 500000. Di samping itu Hiswana Migas juga ada nomor layanan sms di 082160777371,” kata Faisal Budiman kepada Serambi kemarin.

Faisal menyampaikan hal ini menanggapi masih banyak pihak pangkalan gas di Aceh diduga menjual elpiji 3 kg ke kios-kios pengecer di atas HET, sehingga masyarakat miskin yang seharusnya membeli gas tersebut Rp 16 ribu/tabung, tapi harus membeli hingga Rp 30 ribu/tabung, seperti temuan Wakil Ketua II DPRA, Irwan Djohan bersama Sekretaris Komisi II DPRA, Muhammad Amru dan anggota, Kartini saat memantau ke sejumlah agen dan pangkalan elpiji 3 kg di Banda Aceh dua hari lalu, sebagaimana diberitakan Serambi kemarin.

Menurut Faisal, Hiswana Migas akan segera menindaklanjuti setiap pengaduan. “Bila kita dapati ada di antara pangkalan yang mendistribusikan elpiji 3 kg kepada para pengecer, bukan pada masyarakat, maka Hiswana Migas tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi, mulai administrasi sampai pangkalan itu harus dibekukan,” ujarnya

Didampingi Ketua Bidang Elpiji, Fauzan Anwar, Faisal menegaskan untuk pengawasan HET elpiji 3 kg di pasaran menjadi kewenagan pihak Pemkab/Pemko di daerah masing-masing. Bahkan, jika pangkalan elpiji itu di tingkat kecamatan, camat juga berwenang mengontrol HET, apakah sudah sesuai ditetapkan pemerintah atau tidak.

Ketua DPC Hiswana Migas Aceh, Faisal Budiman juga menyebutkan selama ini penggunaan elpiji subsidi ini sudah tak lagi menyentuh warga miskin, melainkan juga dinikmati orang kaya, bahkan mereka yang memiliki mobil. Padahal semestinya gas ini hanya untuk masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 1,5 juta/bulan.

“Karena itu, hal ini harus menjadi prioritas Pemkab/Pemko untuk menertibkan siapa-siapa saja yang menggunakan gas elpiji 3 kg selama ini. Karena di tabung itu jelas tertulis hanya untuk masyarakat miskin. Selain itu, selama ini belum ada ketentuan yang baku, untuk warung, restoran dan sebagainya yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg,” demikian Faisal. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved