BPR Mustaqim Adakan Diskusi Perbankan Syariah

Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Mustaqim Sukamakmur mengadakan diskusi

BANDA ACEH - Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Mustaqim Sukamakmur mengadakan diskusi tentang moralitas Islam dalam perbankan syariah di Kantor Pusat setempat, Aceh Besar, Kamis (18/2). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menguatkan kapasitas para stakeholder dan masyarakat sebagai upaya pengembangan bisnis perbankan syariah, khususnya di wilayah Aceh.

Direktur Utama PD BPR Mustaqim Sukamakmur, T Hanansyah dalam rilis yang diterima Serambi kemarin, mengatakan lahirnya konversi (perubahan) BPR Mustaqim dari konvensional ke syariah dengan segmentasi pasar UKM diharapkan dapat meningkatkan ekonomi Islam di Aceh.

“Yaitu dengan menegakkan amar makruf nahi mungkar, sehingga penerapan ekonomi Islam di Aceh jauh dari riba. Serta meningkatkan taraf ekonomi dan kemaslahatan umat dan menjadi solusi dari Pemerintah Aceh dalam menegakkan keadilan umat dan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Turut serta dalam diskusi ini antara lain Plt Ketua MPU Aceh, dari Biro Perekonomian Aceh, Ketua MES Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Komisaris BPR Mustaqim, Adiwarman dari Karim Consulting Indonesia, dan masyarakat.

Sementara Adiwarman juga menyampaikan dalam pelaksanaan syariah, maka juga harus dilihat dari kenyataan di lapangan. Dengan menjadi BPR Mustaqim Syariah merupakan takhali (kejujuran), selanjutnya diperlukan tahapan tahalli (Suatu hiasan yang baik dan indah dalam hal profesionalisme dan peningkatan pelayanan) dan tajalli (penerapan ilmu) dengan adanya semangat yang tinggi.

Selanjutnya dalam diskusi forum tersebut Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Prof Syahrizal Abbas juga mengatakan jika BPR Mustaqim nantinya konversi ke syariah, maka haruslah bermuamalah dengan pelayanan yang terbaik dalam bingkai syariah. “Nantinya diharapkan menjadi lembaga yang mendapat kepercayaan masayarakat. Para stakeholder, pemegang saham dan seluruh nasabah harus berkomitmen melakukan perubahan dari konvensional ke syariah,” demikian Syahrizal. (una/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved