6 Pemuda Divonis 240 Kali Cambuk

Enam pemuda yang sebelumnya kedapatan minum minuman keras (khamar) di Hotel Hermes Palace

* Uqubat Tertinggi Setelah Qanun Hukum Jinayat Disahkan

BANDA ACEH - Enam pemuda yang sebelumnya kedapatan minum minuman keras (khamar) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh divonis 240 kali cambuk (masing-masing 40 kali cambuk) oleh majelis hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Rabu (24/2). Mereka dinyatakan terbukti melanggar Pasal 15 ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Hukuman itu merupakan uqubat tertinggi yang dijatuhkan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh setelah disahkannya Qanun Hukum Jinayat, Sabtu 27 September 2014. Pasal 15 ayat (1) qanun tersebut menyatakan, “setiap orang yang dengan sengaja minum khamar, diancam uqubat hudut cambuk sebanyak 40 kali.”

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana minum khamar. Menguhukum masing-masing terdakwa dengan uqubat 40 kali cambuk,” demikian antara lain keputusan yang dibacakan hakim ketua, Drs H Rokhmadi Mhum. Khusus putusan untuk terdakwa Reza Purnama dan Arif Hidayat dibacakan secara terpisah oleh hakim ketua, Drs H Idris Budiman.

Rokhmadi juga menetapkan masa tahanan yang selama ini dijalani terdakwa di Rutan Banda Aceh yang berada di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar ditetapkan sebagai hukuman tambahan kepada mereka. “Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan sampai dilaksanakan uqubat dengan segera,” ujarnya di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Mursyid SH.

Pada sidang itu, terdakwa tak didampingi kuasa hukumnya. Menurut Rokhmadi, selama persidangan tak ditemukan hal-hal yang menghapus pertanggungjawaban pidana baik karena adanya alasan pembenar maupun pemaaf.

Menurut pertimbangan hakim, terdakwa dinyatakan bersalah karena kedapatan oleh personel Satpol PP dan WH Banda Aceh sedang pesta minuman keras (khamar) di kamar 424 Hotel Hermes Palace, Banda Aceh pada Kamis, 17 Desember 2105 sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, terdakwa bersama empat wanita ditangkap setelah merayakan ulang tahun salah satu teman mereka.

Namun, berkas keempat wanita itu belum dilimpahkan ke Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Saat penggeledahan ditemukan satu botol minuman keras merk Royal Brewhouse yang sudah kosong, satu botol besar minuman keras merk anggur merah, satu botol sedang minuman keras merk anggur merah, dan satu kaleng bir merk bintang.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa, menurut hakim, adalah mereka merupakan orang muslim dan tinggal di Aceh, tapi tidak menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Perbuatan terdakwa juga sudah meresahkan masyarakat. Sementara hal-hal meringankan para terdakwa, mereka bersikap sopan dalam sidang dan belum pernah dihukum. Menanggapi putusan tersebut, terpidana menyatakan menerima. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir dalam waktu tujuh hari ke depan.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved