Ghazali Abbas Minta Gubernur Protes Panitia Miss Indonesia

Anggota DPD RI Perwakilan Aceh, Ghazali Abbas Adan meminta Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah

* Terkait Ada Miss Atasnamakan Aceh

BANDA ACEH - Anggota DPD RI Perwakilan Aceh, Ghazali Abbas Adan meminta Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dan pihak DPRA menyurati panitia Miss Indonesia. Pasalnya, dalam kontestan yang sudah berakhir dua malam lalu itu, kembali ada miss dari luar atasnamakan Aceh, yaitu Flavia Celly Jatmiko. Meski peserta yang sebelumnya juga diprotes mahasiswa Aceh itu, akhirnya juga tak menang.

Ghazali awalnya menyampaikan hal ini dalam sambutannya saat membuka rapat dengar pendapat tentang empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di aula Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (25/2). Kegiatan ini dilaksanakan Ghazali bekerja sama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh. Seusai membuka acara, Ghazali yang diwawancara wartawan kembali menegaskan soal ini.

“Pemerintah Aceh, Gubernur, Wagub, dan DPRA harus tegas untuk menyurati panitia Miss Indonesia. Penampilan Miss Indonesia, khususnya yang mengatasnamakan Aceh memperlihatkan auratnya jelas merusak nama Aceh yang memberlakukan syariat Islam. Ini sudah terjadi hampir setiap tahun,” kata Ghazali.

Ghazali mengatakan jika hal ini tak diprotes, maka orang seluruh Indonesia maupun dari luar Indonesia akan menilai penerapan syariat Islam di Aceh bisa untuk hal-hal seperti itu. “Kemudian panitia juga merasa tak ada persoalan mengatasnamakan Aceh, jika hal ini tak diprotes,” tegas Ghazali.

Ghazali mengatakan dia tak akan protes keikutsertaan Aceh, jika dalam kontes ini tak ada pelanggaran syariat Islam, misalnya peserta dari Aceh tetap berpakaian islami dan tetap bisa mempromosikan semua daerah di Indonesia tanpa melanggar syariat. Tetapi karena hal itu belum ada, kata Ghazali dirinya tetap memprotes peserta dan panitia yang atas namakan Aceh dalam even ini.

“Saya akan protes ini di Senayan, meski hal ini bukan bidang saya, di samping saya juga protes melalui media massa. Tentu pemerintah Aceh yang memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk protes ini,” ujar Ghazali.

Adapun dalam rapat dengar pendapat tentang empat pilar kebangsaan ini, Ghazali tampil sebagai pemateri bersama mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Aceh, Nyak Arief Fadillah SAg dan Executive Director CSR Institute Universitas Muhammdiyah Aceh, DR Nasrulzaman MKes. Adapun pesertanya 150 orang, antara lain para mahasiswa dan utusan pemuda gampong. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved