Droe Keu Droe

Tepatkah Kita Mengecam Kontes ‘Miss Indonesia’?

SAYA bisa mengerti kecaman segenap rakyat Aceh terhadap kehadiran Flavia Celly Jatmiko sebagai

SAYA bisa mengerti kecaman segenap rakyat Aceh terhadap kehadiran Flavia Celly Jatmiko sebagai perwakilan Aceh di ajang bergengsi Miss Indonesia 2016. Kecaman ini datang tidak lain, karena pride-nya orang Aceh disenggol di sini. Lagi pula, sang lady perwakilan Aceh ini memang tidak ada sangkut pautnya dengan Aceh sama sekali, karena memang tidak pernah lahir atau besar di Aceh.

Kemarahan ini kemudian berwujud demo, kecaman bahkan sampai tulisan-tulisan yang meminta pemerintah Aceh baik yang di Aceh maupun di pusat untuk bisa mengambil tindakan tegas atas kejadian ini. Apa sebenarnya alasan kecaman ini? Pastinya, untuk sebuah aksi kecaman yang dilakukan, tidak lain tujuannya di sini adalah berharap adanya respons dari pihak yang dikecam dan harapan lainnya tidak terjadi lagi hal serupa di lain waktu.

Ini berarti kita harus benar-benar mempunyai alasan yang kuat terhadap penolakan dan kecamannya atas kejadian ini. Alasannya, tidak semua orang khususnya yang di luar Aceh mengerti dengan cara pikir kita orang Aceh.

Pertama, kalau memang alasannya karena syariat, berarti di lain waktu boleh siapapun membawa nama Aceh ke ajang Miss Indonesia selama dia berprilaku syariah (memakai jilbab). Kedua, karena sang lady bukan berasal dari Aceh. Ini artinya boleh saja siapapun mewakili Aceh yang penting dia benar-benar asli dari Aceh.

Kalau memang yang kedua menjadi alasan kecaman ini, saya rasa tidak fair kalau kemudian di dalam kompetisi lainnya, seperti pertandingan sepakbola yang kadang tidak semua atlet berasal dari Aceh, tapi mereka membawa nama Aceh ke ajang pertandingan nasional. Lalu, bila kemudian dia menang, maka dipamerkan bahwa itu adalah kemenangan rakyat Aceh? Sangat disayangkan saja, kalau kemudian kita dianggap plin plan.

Di lain sisi, sebagai bagian dari Indonesia, tentu partisipasi Aceh sangat diharapkan untuk memenuhi kelengkapan jumlah finalis berdasarkan jumlah provinsi di Indonesia. Oleh karena itu, saya pikir, tentu hal ini dilihat sebagai peluang bagus oleh siapa pun yang ingin masuk sebagai finalis agar bisa lolos sebagai salah satu dari 34 finalis yang mewakili setiap provinsi di Indonesia.

Hanifah Hasnur
Warga Aceh tinggal di Jakarta. Email: hanifahhasnur@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved