Breaking News:

Warga Enam Kecamatan Minta Jalan Peninggalan Exxon Diaspal

Puluhan warga dari enam kecamatan yang tinggal di wilayah bekas operasional perusahaan ExxonMobil

LHOKSUKON - Puluhan warga dari enam kecamatan yang tinggal di wilayah bekas operasional perusahaan ExxonMobil, Kamis (10/3), mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara, meminta pemerintah setempat mengaspal Jalan Simpang Ceubrek-Matangkuli. Pasalnya, jalan peninggalan Exxon itu sudah rusak parah sejak empat tahun lalu.

Warga yang datang bersama pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Bersama (FKMB) berasal dari Kecamatan Tanah Luas, Nibong, Pirak Timu, Paya Bakong, Matangkuli, dan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara. Mereka disambut Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, Sekda Isa Anshari MM dan Asisten I Anwar Adlin.

“Informasi yang kami terima, jalan dari Simpang Ceubrek sampai Matangkuli itu akan diaspal setelah penyerahan aset ExxonMobil ke Pertamina Hulu Energi (PHE) pada akhir 2015. Tapi sampai Maret 2016 jalan itu belum diaspal, sehingga kami perlu mempertanyakannya,” kata Ketua FKMB, Zainal Abidin, kepada Serambi, kemarin.

Menurutya, kondisi jalan itu rusak parah, sehingga sangat sulit dilintasi menggunakan sepeda motor (sepmor) bahkan mobil. Sebab sepanjang jalan dipenuhi lubang. “Dalam dua minggu terakhir ini lubang di badan jalan sudah ditimbun dengan tanah campuran batu. Sehingga jalan itu berdebu saat dilintasi kenderaan,” katanya.

Sementara Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib dalam pertemuan itu menyambut baik keinginan warga agar jalan tersebut diapsla. “Kita sudah pernah sampaikan ke pihak pertamina agar jalan tersebut dapat diperbaiki. Jalan itu tidak bisa dibangun oleh pemkab karena belum diserahkan ke pemkab,” kata Bupati.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved