Opini

Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Aceh

MAHASISWA adalah sumber daya dan potensi setiap perguruan tinggi, mengembangkan potensi tersebut merupakan bagian dari tujuan pendidikan

Oleh Ilham Zulfahmi

MAHASISWA adalah sumber daya dan potensi setiap perguruan tinggi, mengembangkan potensi tersebut merupakan bagian dari tujuan pendidikan tingi sebagaimana yang tersebut di dalam Undang-Undang (UU) No.12 tentang Pendidikan Tinggi (PT), Pasal 5 yang menyatakan bahwa salah satu tujuan pendidikan tinggi adalah mengembangkan potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

Selanjutnya dalam Pasal 13 UU yang sama disebutkan bahwa kewajiban seorang mahasiswa ialah secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, atau profesional yang berbudaya. Hal ini menegaskan bahwa tugas dan kebanggaan utama seorang mahasiswa ialah bukan mengkritik dan mengawasi berbagai kebijakan pemerintah, tapi lebih kepada belajar mengembangkan potensi diri menjadi insan akademik yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Sudah bukan zamannya lagi beralasan rendahnya produktivitas mahasiswa PT di Aceh disebabkan oleh rendahnya kapasitas kualitas mahasiswa (raw material) pada saat masuk PT, baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS). PT bertanggung jawab menjadi motor perubahan mencerdaskan dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki oleh mahasiswanya. Khususnya PT di Aceh, kehadirannya haruslah mampu menjadi roda penggerak perubahan peradaban dan pembangunan Aceh. Satu parameter yang dapat dijadikan indikator keberhasilan PT dalam meningkatkan kualitas mahasiswa adalah jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang disetujui setiap tahunnya. Dengan disetujuinya proposal PKM ini, setidaknya kreativitas dan kualitas mahasiswa tersebut sudah mendapat pengakuan di tingkat Nasional.

 Taraf pencerahan
PKM merupakan satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti untuk meningkatkan mutu mahasiswa di PT. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggung jawab, membangun kerja sama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Beberapa waktu lalu, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti mengumumkan proposal PKM yang disetujui untuk pendanaan 2016. Jumlah proposal PKM yang disetujui dari seluruh PT di Aceh adalah sebanyak 85 proposal dari 4.728 proposal. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2015 lalu yang hanya 68 proposal, bahkan 13 proposal di antaranya turut dipresentasikan di Pekan Ilmiah Nasional (PIN). Akan tetapi, jumlah proposal PKM dari PT di Aceh yang disetujui ini tak seberapa dibandingkan proposal PKM yang disetujui di pulau Jawa. Sebagai contoh, Institut Pertanian Bogor (IPB) 205 proposal dan Universitas Gadjah Mada (UGM) 284 proposal. Jika dipersentasekan PT Aceh hanya memperoleh 1,9% dari total proposal PKM yang disetujui.

Keaktifan dan kemauan mahasiswa untuk menulis proposal PKM tidak bisa dilepaskan dari peranan dosen. Tugas dosen yang tersurat dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Dosen dan Guru adalah meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Tugas tersebut mengisyaratkan kepada dosen untuk mampu mengembangkan kompetensi mahasiswa, di samping meningkatkan kualitas individual dosen.

Akan tetapi sinergisitas yang terjadi selama ini antara dosen dan mahasiswa cenderung masih rendah, terutama bila ditinjau dari jumlah penelitian dan pengabdian yang diterima dosen dibandingkan dengan jumlah proposal PKM yang diterima. Jumlah proposal PKM yang lolos untuk seluruh PT di Aceh yang hanya 85 proposal masih jauh lebih rendah dengan jumlah proposal penelitian dosen yang disetujui sebanyak 282 proposal, dan juga lebih rendah dibandingkan dengan jumlah proposal pengabdian masyarakat yang lolos sebanyak 89 proposal.

Menurut pangkalan data PT, Aceh memiliki 112 PT dengan jumlah mahasiswa lebih dari 91.000 dan jumlah dosen lebih dari 6.000 orang. Sumber daya yang begitu besar, harusnya mampu dikembangkan lebih baik lagi guna mengangkat martabat dan mengurangi disparitas kualitas pendidikan antara Aceh dengan provinsi lain, terutama dalam hal pengakuan terhadap kualitas mahasiswanya. Sudah saatnya PT memberikan perhatian lebih guna menanggapi masalah ini.

 Beberapa solusi
Beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan oleh PT untuk meningkatkan kemampuan dan keaktifan mahasiswa dalam menulis proposal adalah: Pertama, inovasi kurikulum dan implementasinya. Capaian pembelajaran lulusan hendaknya melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan. Prinsip pembelajaran seorang dosen hendaknya menggunakan pendekatan yang berpusat pada mahasiswa student centered learning. Prinsip pembelajaran ini akan mendorong mahasiswa untuk berpikir secara komprehensif dan luas dengan pendekatan ilmiah, sehingga dapat menumbuhkan kreativitas dan kapasitas untuk menemukan permasalahan dan mencari solusi.

Kedua, adanya peran aktif dari dosen untuk mensosialisasikan, memotivasi, memberikan ide serta arahan kepada mahasiswa. Adanya mahasiswa yang tidak mengetahui dan mengikuti PKM tidak terlepas dari kurangnya sosialisasi yang mereka terima. Oleh karena itu, hendaknya seorang dosen menjadi sosialisator untuk meyampaikan berbagai program yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Dosen dalam perannya sebagai ilmuan hendaknya juga menjadi fasilitator dan kreator dengan memberikan dan memunculkan ide-ide yang dapat merangsang kreativitas dan keaktifan mahasiswa untuk menulis.

Ketiga, memberikan pelatihan kepada mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam menulis proposal PKM. Sebagian besar PT memang sudah menjadikan pelatihan tersebut sebagai program tetap tahunannya, akan tetapi seringkali pelatihan tersebut hanya berupa penyampaian materi. Harusnya setiap pelatihan tersebut mampu memberikan ouput, minimal kerangka proposal PKM yang siap diteruskan dan dikembangkan oleh kelompok mahasiswa. Dengan demikian semakin banyak usulan proposal yang diajukan oleh mahasiswa dari suatu PT, maka semakin besar peluang jumlah proposal yang akan disetujui.

Keempat, PT memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi, termasuk kepada mahasiswa yang proposal PKM-nya disetujui. Saat ini, pemberian predikat pujian (cumlaude) kepada lulusan hanya didasari kepada nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) dan masa studi. Akibatnya mahasiswa menjadi kurang aktif mengikuti berbagai program kemahasiswaan. Beberapa PT di Indonesia mulai mengubah aturan tersebut dengan memberikan kredit point kepada prestasi di bidang kemahasiswaan sebagai dasar penentuan lulusan dengan predikat pujian (cumlaude).

Beberapa PT lainnya mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti sejumlah kegiatan kemahasiswaan sebagai syarat untuk mengikuti sidang sarjana. Ada pula PT yang memberikan insentif kepada setiap kelompok mahasiswa yang mengajukan proposal PKM. Kesemua ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan dan program kemahasiswaan di mana salah satunya adalah PKM.

Mahasiswa adalah agen perubahan bangsa, yang patut dikembangkan potensinya sehingga mampu mencari solusi terhadap permasalahan bangsa. Manusia yang luar biasa adalah manusia yang mampu mengubah manusia biasa menjadi manusia luar biasa. Saatnya lebih banyak mahasiswa aceh yang berprestasi dan diakui di tingkat Nasional dan internasional. Semoga!

Ilham Zulfahmi, M.Si., Dosen program studi Budidaya Perairan,
Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen. Peserta program magang Dosen Kemenristekdikti 2015. Email: ilhamgravel@yahoo.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved