Tuha Peuet Mosi tak Percaya Keuchik

Para Tuha Peuet Gampong Kemumu Seberang, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan

* Terjadi di Gampong Kemumu Seberang

TAPAKTUAN - Para Tuha Peuet Gampong Kemumu Seberang, Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, mengajukan mosi tak percaya dan meminta Bupati HT Sama Indra SH untuk segera mengevaluasi kinerja keuchik setempat (Mukhtaruddin) karena dinilai tidak transparan dalam mengelola keuangan.

Desakan itu dituangkan dalam surat bernomor: 02/TP/KS/AS/I/2016 tanggal 7 Maret 2016 yang ditandatangani Ketua Tuha Peuet Gampong Kemumu Seberang, Azhar SPd, bersama wakil dan sekretarisnya, serta lima anggota tuha peuet gampong tersebut.

“Dalam rapat tuha peuet tanggal 2 Maret 2016 tentang kinerja Keuchik Kemumu Seberang, masyarakat menilai Saudara Mukhtarruddin tidak proaktif terhadap masyarakat, tidak transparan, bertindak sewenang- wenang, dan tak ada lagi kewibawaan pemimpin, sehingga muncul mosi tidak percaya terhadap kelanjutan kepemimpinan beliau,” tulis Tuha Peuet Gampong Kemumu Seberang dalam surat yang ditujukan kepada Bupati Aceh Selatan.

Surat tuha peuet yang diserahkan M Nasir, salah seorang tokoh masyarakat setempat, kepada Serambi, Rabu (20/4), merupakan tindak lanjut dari surat permohonan penyelesaian masalah gampong dari masyarakat Gampong Kemumu Seberang tanggal 28 Januari 2016 yang ditujukan kepada tuha peuet gampong itu.

“Mosi tidak percaya terhadap keuchik tersebut dikarenakan yang bersangkutan telah melakukan beberapa kesalahan fatal selama kememimpinannya,” tulis tuha peuet dalam surat tersebut.

Kesalahan yang dimaksud tuha peuet di antaranya dugaan penggelapan dana pemeberdayaan masyarakat dari Dana Alokasi Gampong (DAG) sebanyak Rp 15 juta beserta dugaan pemalsuan tanda tangan daftar hadir musyawarah pembelian barang prasmanan dan pertanggungjawaban alokasi dana gampong (ADG) tahun 2013.

“Hal ini terungkap tahun 2016 dan tidak ada indikasi penyelesaian dari Saudara Mukhtaruddin selaku keuchik sehingga pengaduan masyarakat sampai kepada Camat Labuhan Haji Timur, karena tidak ada juga tindak lanjut kemudian melaporkannya ke Polsek Labuhan Haji Timur dan dilanjutkan ke Polres Aceh Selatan,” tulis tuha peut dalam surat tersebut.

Tak hanya itu, para tuhat peuet juga mempertanyakan perihal dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) tahun 2014 semester II yang fisiknya sampai saat ini menurut mereka belum jelas, baik pengadaan barang maupun penggunaan dananya. “Juga dana BUMG untuk simpan pinjam sampai sekarang belum ada laporan penggunaan dana kepada masyarakat yang seharusnya dana tersebut harus digulirkan tapi tidak jalan sebagaimana mestinya,” ungkap tuha peut.

Dalam surat setebal tiga halaman itu dirincikan persoalan lainnya menyangkut dengan persoalan yang saat ini terjadi di gampong tersebut. Selain itu, pihaknya juga turut menyorot masalah penggantian imam masjid dan penghulu yang dinilai kurang aktif. “Dalam mengambil keputusan keuchik tak pernah bermusyawarah dan melibatkan perangkat gampong,” ujar seorang tuha peuet Gampong Kemumu Seberang.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved