WHO Nyatakan 3,2 Miliar Orang Berisiko Serangan Malaria

"Sejak tahun 2000, itu menunjukkan bahwa angka kematian malaria telah menurun 60 persen secara global.

WHO Nyatakan 3,2 Miliar Orang Berisiko Serangan Malaria
GETTY IMAGES
Ilustrasi saat nyamuk menggigit tubuh manusia. 

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa sekitar 3,2 miliar orang tetap berisiko untuk serangan malaria secara global.

Hal ini terkandung dalam sebuah laporan berjudul, "Menghilangkan Malaria", dirilis di hari Senin (25/4/2016), bertepatan dengan Hari Malaria Sedunia.

Laporan itu menyebutkan di tahun 2015 saja, 214 juta kasus baru penyakit malaria dilaporkan di 95 negara dan tidak kurang dari 400.000 orang meninggal karena malaria.

Global Strategy Teknis Malaria 2016-2030, yang disetujui oleh Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 2015, menyerukan penghapusan transmisi lokal malaria di setidaknya sepuluh negara pada tahun 2020.

Perkiraan WHO menunjukkan bahwa 21 negara berada dalam posisi untuk mencapai tujuan ini, termasuk enam negara di wilayah Afrika, di mana beban penyakit ini terberat.

Ia menambahkan bahwa manfaat dari alat yang dijamin keuntungan terhadap malaria pada tahun-tahun awal abad ini sekarang terancam.

WHO juga mengatakan bahwa resistensi nyamuk terhadap insektisida yang digunakan dalam jaring dan penyemprotan residu dalam ruangan tumbuh.

Hal ini juga memperingatkan resistensi parasit untuk komponen salah satu obat antimalaria yang paling kuat.

Ia menambahkan bahwa kemajuan lebih lanjut terhadap malaria mungkin akan membutuhkan alat-alat baru yang tidak ada saat ini, dan pemurnian lebih lanjut dari teknologi baru.

"Sejak tahun 2000, itu menunjukkan bahwa angka kematian malaria telah menurun 60 persen secara global.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved